Home » Gejolak Geopolitik Buka Peluang Perdagangan Indonesia ke China dan AS

Gejolak Geopolitik Buka Peluang Perdagangan Indonesia ke China dan AS

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi ekspor-impor. Foto: https://global-news.co.id/wp-content/uploads/2020/08/Pelabuhan-Port-of-Singapore-1.jpg

ESENSI.TV - JAKARTA

Menteri Perdagangan periode 2004-2011 Mari Elka Pangestu yang juga Managing Director of Development Policy and Partnership di Bank Dunia periode 2020-2023 mengatakan gejolak geopolitik dapat memberikan peluang perdagangan baru bagi Indonesia.

Hl ini disampaikan Mari Elka dalam acara Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED), di Jakarta, pekan ini.

Dia mengatakan menyampaikan bahwa pasca pandemi, perekonomian global dihadapkan pada meningkatnya fragmentasi geo-ekonomi.

Dalam sesi Indonesia in The Fragmented World, dia mengatakan  situasi global saat ini sedang menghadapi tekanan geopolitik dan geoekonomi yang menimbulkan keterkaitan antara ekonomi, keamanan, dan teknologi.

Namun, terdapat peluang yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia karena di tengah pergeseran situasi ekonomi politik global membuka kesempatan relokasi dan peralihan perdagangan, terutama dari Tiongkok dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, muncul juga fenomena green competitiveness dan green trade yang berpotensi pada ekspor green goods dan teknologi yang semakin meningkat.

“Indonesia perlu mendorong reformasi dengan mengintegrasikan kebijakan iklim dengan pembangunan. Selain itu, perlu adanya investasi pada sumber daya manusia, teknologi dan institusi”.

“Dari sektor perdagangan, Indonesia perlu menurunkan border barriers, menyiapkan fasilitas perdagangan dengan baik dan mendorong perubahan yang konstruktif,” pungkasnya.

Baca Juga  Menteri ESDM: Migas Kontributor Utama Investasi Sektor Energi

Fragmentasi Geo-Ekonomi Meningkat

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam sesi High Level Policy Dialogue dengan topik Policies to Adapt to the Current Global Changes menyampaikan bahwa pasca pandemi, perekonomian global dihadapkan pada meningkatnya fragmentasi geo-ekonomi.

“Jumlah pembatasan perdagangan dan investasi asing langsung (FDI) telah meningkat tiga kali lipat sejak tahun 2018, di mana pola perdagangan bergeser”.

“Seiring dengan semakin banyaknya perusahaan yang merespons ketidakpastian kebijakan dan mencari cara untuk melindungi rantai pasokan mereka dari risiko geopolitik”.

“FDI juga semakin terkonsentrasi di negara-negara yang secara geopolitik memiliki kesamaan (friendshoring)”, tambah Wamenkeu.

Hari kedua Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) membahas bahwa bahwa pasca pandemi, perekonomian global dihadapkan pada meningkatnya fragmentasi geo-ekonomi.

International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) menyampaikan bahwa pasca pandemi, perekonomian global dihadapkan pada meningkatnya fragmentasi geo-ekonomi.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H. Napitupulu

 

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life