Home » Sumut Jadi Daerah Pengembangan Motor Listrik di Indonesia, Ini Kalkulasinya

Sumut Jadi Daerah Pengembangan Motor Listrik di Indonesia, Ini Kalkulasinya

by Junita Ariani
2 minutes read
wagub

ESENSI.TV - MEDAN

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Sumut, khususnya Kota Medan menjadi salah satu lokasi yang strategis untuk mengembangkan motor listrik di tanah.

Karena itu, Kementerian ESDM pun menyasar Sumut  sebagai  daerah pertama yang akan dikerjasamakan dalam program konversi motor, dari motor bahan bakar minyak (BBM)  ke motor listrik.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana kepada wartawan, usai bertemu dengan Wakil Gubernur (Wagub) Sumut, Musa Rajekshah, Kamis (12/1/2023).

“Kami melihat ini adalah satu hal yang strategis dimana secara nasional ada 120 juta motor di Indonesia dan di Sumut khususnya Kota Medan saya yakin jumlahnya pasti cukup signifikan. Program ini banyak manfaatnya tidak hanya secara nasional tapi juga ke penggunanya,” kata Dadan.

Menurut Dadan, Kementerian ESDM mengenalkan program konversi motor BBM menjadi motor bertenaga listrik kepada Wagub Sumut Musa Rajekshah.

“Kita hari ini secara khusus menjumpai Pak Wagub pesan dari Bapak Menteri untuk melihat daerah pertama yang akan kerja sama dalam program konversi motor, dari motor BBM ke motor listrik,” ujar Dadan di Rumah Dinas Wagub Sumut, Jalan Teuku Daud, Medan, Kamis (12/1/2023).

Program ini menurut Dadan, dibuat sebagai upaya menekan emisi dan biaya energi.

“Kami sudah hitung secara nasional kalau konsumsi rata-rata BBM sepeda motor yakni pertalite mencapai 25 liter atau tepatnya 25,4 liter/bulan. Nah, kalau ini dikalkulasi  dengan harga pertalite sekarang itu bisa hemat biaya Rp3,6 juta dikurang Rp600ribu untuk biaya listrik jadi Rp3 juta,” ujarnya.

Biaya uang yang dibutuhkan untuk mengkonversi sepeda motor BBM menjadi listrik, lanjut Dadan, di kondisi saat ini mencapai Rp15 juta.

Baca Juga  Krakatau Tirta Industri Bangun IPAL dari Material Baja dengan Kapasitas 600 Liter Per Detik

“Kalau modalnya nanti Rp15 juta dan ada subsidi pemerintah sekitar Rp7 jutaan, maka balik modal sebelum 3 tahun, jangan ragu motornya tetap punya tenaga yang sama dengan sepeda motor sebelumnya,” ujarnya.

Untuk membangun ekosistem konversi motor listrik di Sumut, lanjut Dadan, pihaknya berharap kerja sama dengan pemerintah dalam hal mendorong membangun bengkel dan industri komponen.

“Ada dua hal tadi yang kami sampaikan pertama adalah bagaimana mendorong bengkelnya ada dengan melakukan pelatihan terhadap bengkel-bengkel lokal menyiapkan proses konversi ini, yang kedua bagaimana kita mendorong industri komponen lokal di sini bisa diproduksi,” ujarnya.

Dadan mengaku, Kementerian ESDM telah melakukan uji coba konversi motor listrik terhadap 143 unit motor listrik dan beberapa di antaranya berhasil mendapatkan STNK. Pihaknya menargetkan 100.000 motor dikonversi selama setahun.

“Kami secara nasional untuk konversi, Pak Menteri ingin berada di 100.000 setahun. Kami melihat barangkali nanti basisnya masuk ke kota-kota besar dulu, Medan salahsatunya,” kata Dadan.

Sementara itu Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut menyambut baik program ini.

“Kita mau coba dulu sosialisasikan kepada masyarakat karena inikan hal baru, masyarakat pasti mau lihat dulu apa keuntungan mengubah motornya menjadi motor listrik,” ujar Ijeck.

Pihaknya juga kata Ijeck, ingin merangsang masyarakat dari segi pajak.

“Kita mau bikin lebih murah biaya pajaknya, tapi hal terpenting bagaimana masyarakat tahu kalau sepeda motor listrik itu lebih murah, lebih efisien,” katanya, sembari mengatakan terkait subsidi, pihaknya akan melihat seperti apa pembahasan selanjutnya dengan pemerintah pusat. *

Editor: Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life