Home » Neraca Pembayaran Indonesia Januari – Maret Surplus USD6,5 Miliar

Neraca Pembayaran Indonesia Januari – Maret Surplus USD6,5 Miliar

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Pelabuhan

ESENSI.TV - JAKARTA

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) selama Januari hingga Maret 2023 mencetak kenaikan surplus dari USD4,7 miliar pada Oktober – Desember 2022 menjadi USD6,5 miliar.

Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi, BI Erwin Haryono mengatakan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan I 2023 meningkat.

“NPI pada triwulan I 2023 mencatat surplus 6,5 miliar dolar AS, meningkat dari 4,7 miliar dolar AS pada triwulan IV 2022,” jelasnya, dalam keterangan tertulis, Selasa (23/5/2023).

Dia memaparkan kinerja Neraca Pembayaran Indonesia selama tiga bulan pertama tahun ini positif.

Ditopang oleh berlanjutnya surplus transaksi berjalan dan diiringi oleh surplus transaksi modal dan finansial.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2023 meningkat dari sebelumnya 137,2 miliar dolar AS pada akhir Desember 2022 menjadi 145,2 miliar dolar AS

Angka ini setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Transaksi berjalan kembali mencatat surplus didukung oleh surplus neraca perdagangan barang yang tetap tinggi.

Neraca Transaksi Berjalan Surplus

Pada triwulan I 2023, transaksi berjalan membukukan surplus sebesar 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB).

Baca Juga  Triwulan III-2023, Survei Kegiatan Dunia Usaha Masih Tetap Kuat

Angka ini melanjutkan capaian surplus pada triwulan IV 2022 sebesar 4,2 miliar dolar AS (1,3% dari PDB).

Surplus neraca perdagangan barang tetap tinggi didukung oleh permintaan dari mitra dagang utama yang masih positif.

Selain itu, terjadi penurunan defisit migas seiring penurunan harga minyak dunia.

Defisit neraca jasa mengalami penurunan, ditopang oleh kinerja jasa perjalanan (travel) juga terus menguat.

Seiring dengan mobilitas yang meningkat dan dampak positif dari pembukaan ekonomi Tiongkok.

Sehingga mendorong kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara. Selain itu, defisit neraca pendapatan primer juga menurun dipengaruhi oleh pembayaran imbal hasil investasi yang lebih rendah.

Transaksi modal dan finansial mencatat surplus terutama ditopang oleh peningkatan kinerja investasi portofolio.

Transaksi modal dan finansial pada triwulan I 2023 mencatat surplus 3,4 miliar dolar AS (1,0% dari PDB), naik signifikan dibandingkan dengan surplus 0,3 miliar dolar AS (0,1% dari PDB) pada triwulan IV 2022.

Perkembangan ini dikontribusikan oleh peningkatan kinerja investasi portofolio, terutama dalam bentuk aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaterkini
#beritaviral

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life