Home » Pemerintah Dorong Sekolah Terapkan Pendidikan Inklusif Termasuk Bagi Penyandang Disabilitas

Pemerintah Dorong Sekolah Terapkan Pendidikan Inklusif Termasuk Bagi Penyandang Disabilitas

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial. Foto: Image by Freepik

ESENSI.TV - JAKARTA

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong sekolah-sekolah menerapkan pendidikan iklusi termasuk menampung anak penyandang disabilitas.

Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Kemendikbudristek, Aswin Wihdiyanto, mengatakan dorongan ini selaras dengan Gerakan Merdeka Belajar yang dengan sangat terbuka memberikan peluang kepada Penyandang Disabilitas untuk mendapatkan Layanan Pendidikan dengan sebaik baiknya.

Kebijakan-kebijakan tersebut yang terbagi atas beberapa bagian. Pertama, diversifikasi materi pembelajaran. Integrasi materi pembelajaran yang mencerminkan keberagaman masyarakat, termasuk pengalaman dan kontribusi penyandang disabilitas.

Pengembangan materi yang dapat diakses oleh peserta didik dengan berbagai kebutuhan belajar.

Kedua, pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.

Penyusunan rencana pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan individu peserta didik, termasuk penyandang disabilitas.

Penggunaan metode pembelajaran yang beragam dan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi setiap Peserta didik.

Ketiga, pelatihan guru dan tenaga kependidikan. Pelatihan untuk guru dan tenaga kependidikan dalam hal mendukung keberagaman dan merespons kebutuhan peserta didik dengan disabilitas.

Pengembangan keterampilan untuk menciptakan lingkungan kelas yang inklusif.

Keempat, infrastruktur dan aksesibilitas. Peningkatan aksesibilitas fasilitas dan sumber daya pendidikan, termasuk fasilitas fisik dan teknologi yang mendukung keberagaman.

Baca Juga  Era Kecerdasan Buatan, Ini Dampaknya Untuk Indonesia

Partisipasi Orang Tua dan Masyarakat

Kelima, partisipasi orang tua dan masyarakat. Mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendukung pendidikan inklusif.

Membangun kesadaran dan penerimaan terhadap perbedaan di antara komunitas pendidikan.

Keenam, evaluasi dan pemantauan. Pengembangan metode evaluasi yang mempertimbangkan keberagaman peserta didik. Pemantauan terus-menerus terhadap efektivitas implementasi pendidikan inklusif.

Dia menambahkan bahwa Hari Disabilitas Internasional merupakan momentum bagi seluruh elemen dan komponen masyarakat untuk melakukan refleksi dan merenung, bersatu dan memperkuat komitmen terhadap terciptanya tatanan masyarakat yang lebih Inklusif khususnya dalam bidang Pendidikan bagi Penyandang disabilitas.

“Selain itu, melalui kegiatan perayaan ini kita ingin melakukan sosialisasi terkait konsep pembinaan dan pendidikan bagi peserta didik Penyandang disabilitas,” seperti dilansir dari keterangan Kemendikbudristekdikti, Selasa (12/12/2023).

Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember, menjadi momentum untuk menyemarakkan keberagaman dan inklusivitas pada ekosistem pendidikan.

Tema Perayaan Hari Disabilitas Internasional tahun ini adalah “Mari Rayakan Keberagaman dan Inklusivitas”.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H. Napitupulu

#beritaviral
#beriaterini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life