Home » Swasta Didorong Terlibat Dalam Kesehatan Masyarakat

Swasta Didorong Terlibat Dalam Kesehatan Masyarakat

by Administrator Esensi
2 minutes read
Swasta dalam Kesehatan Masyarakat

ESENSI.TV - JAKARTA

Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial Masyarakat dari Universitas Indonesia (UI), Sri Handiman mendorong swasta untuk semakin terlibat aktif dalam persoalan kesehatan masyarakat. Khususnya dengan memberdayakan para alumni kesehatan masyarakat yang berasal dari berbagai kampus di Indonesia.

Ia menjelaskan, hampir 2 tahun mahasiswa kesehatan masyarakat mengalami dilema terkait akan diarahkan kemana berkarya pasca menyelesaikan studinya.

“Keterlibatan swasta mendukung kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan sarjana kesehatan masyarakat, akan sangat signifikan bagi masyarakat itu sendiri,” ujar dia dalam diskusi media, di Jakarta, Selasa (30/05/2023).

Menurut dia, sebagai salah satu syarat dalam kesejahteraan masyarakat, faktor kesehatan seharusnya mendapat porsi khusus dalam kehidupan.

“Semakin sehat masyarakat, maka semakin produktif masyarakat itu untuk bekerja dan menghasilkan karya,” katanya.

Pihak swasta dapat berkontribusi meningkatkan kualitas kehidupan dan produktivitas masyarakat. Salah satunya dengan mendukung fasilitas kesehatan, pemberian pengobatan gratis dan peningkatan kapasitas dokter melalui pelatihan yang lebih intens.

“Banyak pihak yang terkait dengan masalah kesehatan. Karena itu, swasta dapat memilih akan terlibat pada bagian mana. Intinya, keterlibatan swasta sangat berarti dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” terang dia,

Dukungan Tambang Emas

Sementara itu, PT Agincourt Resources, pengelola Tambang Emas Martabe, mendatangkan tiga dokter spesialis ke Sumatera Utara. Kedatangannya untuk melayani 143 warga, mencakup ibu hamil, bayi, balita, lansia,dan warga usia produktif secara gratis.

Rohani Simbolon, Manager PT Agincourt Resources mengatakan Program Bakti Sosial Layanan Dokter Spesialis merupakan bentuk komitmen perusahaannya di bidang kesehatan.  Program ini akan menjangkau desa-desa yang rentan dengan akses pelayanan kesehatan masyarakat seperti rumah sakit.

Pengobatan gratis dokter spesialis digelar pada 27 Mei 2023 di Puskesmas Simarpinggan. Lokasinya, berjarak sekitar 50 kilometer dari RSUD Tapanuli Selatan di Sipirok.

Dari pemeriksaan para dokter spesialis terhadap kondisi kesehatan masyarakat, hasil diagnosa yang didapat beragam. Antara lain, cerebral palsy pada 2 balita, tuberculosis kelenjar, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), scabies, batu empedu, batu ginjal, dan infertilitas.

“Kami berharap hasil pemeriksaan yang dilakukan pada pelayanan ini dapat ditindaklanjuti oleh Puskesmas setempat hingga tahap pemulihan dan pemantauan pengobatan. Khususnya pasien-pasien yang membutuhkan pengobatan tingkat lanjut atau rujukan,” tutur Rohani.

Baca Juga  Kelompok Disabilitas Sukses Torehkan Karya

Senada dengan itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Tapanuli Selatan, dr. Rudi Iskandar Harahap M.Kes mengapresiasi langkah PTAR yang sudah memilih Desa Simarpinggan sebagai lokasi Pengobatan Gratis Dokter Spesialis.

Ia berharap masyarakat yang sudah diperiksa oleh para dokter spesialis dan sudah mengetahui penyakit yang dideritanya bisa melanjutkan pengobatan hingga kondisi fisiknya pulih dan sehat.

“Semoga pelayanan ini bisa dimanfaatkan masyarakat sebaik-baiknya,” ujar dia.

Program penyediaan Layanan Dokter Spesialis di Puskesmas besutan PTAR sudah dilakukan efektif sejak tahun 2020. Di Puskesmas Batangtoru, PTAR mendatangkan spesialis ginekolog, pediatri, internis serta memberikan obat-obatan gratis atas resep dokter dan donasi peralatan penunjang pelayanan dokter spesialis.

Pada tahun 2022, sebanyak 39.108 pasien telah mendapatkan pelayanan dari dokter spesialis. Program Penempatan Dokter Spesialis di Puskesmas ini bahkan menyabet Penghargaan Emas dalam Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) 2022.

Penanganan Anak Stunting

PTAR juga meluncurkan Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) pada 26 Mei 2023. Program tersebut mencakup penanganan serta pemulihan anak stunting di empat desa di Kecamatan Batangtoru, yakni Desa Wek III, Desa Wek IV, Desa Hutagodang, dan Desa Sipenggeng.

Berdasarkan pemeriksaan dokter spesialis terhadap 32 anak, hasil diagnosanya menyimpulkan, tujuh anak yang mengalami stunting dan gizi buruk.

Penanganan tujuh anak tersebut akan dilakukan selama 6 bulan, dengan dukungan dari PTAR berupa pemberian susu dan vitamin serta pemeriksaan dari dokter secara reguler.

Dukungan lain berasal dari puskesmas berupa pemberian makanan ringan bergizi dan dari pihak desa berupa bantuan makanan tambahan.

“Program ini dilakukan secara serius, akan terus dipantau dan diperiksa dokter secara reguler. Jadi, hal paling penting adalah seberapa besar kualitas anak. Dalam program ini kami juga berkoordinasi dengan puskemas, PKK kecamatan, PKK desa, pemerintah desa, dan bidan desa,” ujar Rohani.

 

Editor: Dimas Adi Putra/Firda Nursyafira

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life