Home » Waduh… 7,20 Juta Orang Masih Menggangur di Indonesia

Waduh… 7,20 Juta Orang Masih Menggangur di Indonesia

by Raja H. Napitupulu
2 minutes read
Jobles

ESENSI.TV - JAKARTA

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 7,20 juta orang masih menganggur di Indonesia. Sementara komposisi angkatan kerja pada Februari 2024 terdiri dari 142,18 juta orang penduduk bekerja.

Jika dibandingkan Februari 2023, jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 2,76 juta orang. Lalu penduduk bekerja bertambah sebanyak 3,55 juta orang, sementara pengangguran berkurang sebanyak 0,79 juta orang.

“Artinya, tercipta sebanyak 790 ribu lapangan kerja selama 1 tahun terakhir. Masih cukup sedikit, mengingat tingginya angka pengangguran itu,” kata Pemerhati Perempuan dan Pendidikan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Upi Isabella Rea, di Jakarta, Selasa (07/05/2024).

Ia mengatakan, jika membandingkan lapangan kerja yang tercipta dengan jumlah angkatan kerja yang tersedia periode Februari 2023 dengan Februari 2024, maka jaraknya terlalu jauh.

“Hampir 1 juta orang tidak terserap dunia kerja dalam 1 tahun. Harus ada solusi frontal untuk mencukupkan jumlah angkatan kerja dengan lapangan kerja yang tersedia. Khususnya lapangan kerja untuk perempuan,” terang Upi.

Melibatkan Teknologi

Saat ini, lanjut Upi, dunia kerja sudah merambah ke sektor-sektor yang menggunakan kecanggihan teknologi. Itu sebab, kata dia, bagi Generasi Z tidak terlalu sulit mencari pekerjaan. Bahkan mereka pun dapat menciptakan lapangan kerja yang luas.

Menurut dia, pemerintah harus segera menangkap momentum tersebut dengan bijak dan cepat. Sebab kepintaran dan kecerdasan yang dimiliki Generasi Z sangat dibutuhkan zaman ini. Utamanya untuk memenangkan persaingan tingkat global.

Baca Juga  Hassanudin Tekankan Tiga Hal Ini Kepada Tokoh Masyarakat Tapsel

“Jadi harus dibuka ruang lebar bagi kolaborasi Generasi Z dengan generasi sebelumnya. Regulasi yang user friendly harus diciptakan untuk mendukung rencana besar itu. Jika pemerintah telat merespon ini, maka tumpukan angkatan kerja akan semakin membludak. Dan produktivitas pembangunan menjadi lemah,” papar dia.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Data BPS juga mencatat, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami peningkatan dibanding Februari 2023. TPAK pada Februari 2024 sebesar 69,80 persen, naik 0,50 persen poin dibanding Februari 2023.

Sebagai informasi, TPAK adalah persentase banyaknya angkatan kerja terhadap penduduk usia kerja. TPAK mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi di suatu negara/wilayah.

Berdasarkan jenis kelamin, pada Februari 2024, TPAK laki-laki sebesar 84,02 persen, lebih t inggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 55,41 persen.

Dibandingkan Februari 2023, TPAK laki-laki dan perempuan mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,04 persen poin dan 0,99 persen poin.

Penduduk Usia Kerja

Penduduk Usia Kerja (PUK) merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Angka ini cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia.

Penduduk usia kerja pada Februari 2024 sebanyak 214,00 juta orang, naik sebanyak 2,41 juta orang dibandingkan Februari 2023.

Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu 149,38 juta orang. Sisanya termasuk bukan angkatan kerja sebanyak 64,62 juta orang.

 

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life