Home » Dave Minta Lakukan Investigasi Penyebab Ledakan Gudang Amunisi Kodam Jaya

Dave Minta Lakukan Investigasi Penyebab Ledakan Gudang Amunisi Kodam Jaya

by Junita Ariani
1 minutes read
Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong agar dilakukan pendalaman terhadap sumber ledakan yang terjadi di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya.

ESENSI.TV - JAKARTA

Anggota Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong agar dilakukan pendalaman terhadap sumber permasalahan  ledakan yang terjadi di Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya.

Meski tidak ada korban jiwa namun ledakan yang berlokasi di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat itu menimbulkan kerusakan sejumlah rumah warga.

Ledakan yang terjadi di perbatasan antara Kabupaten Bogor dan Bekasi, Sabtu (30/3/2024) lalu, membuat beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Seperti kaca pecah, pintu tergeser, plafon retak, hingga atap bolong.

Dave menilai perlu segera dilakukan koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

“Kami turut prihatin dengan kejadian yang terjadi. Gudang senjata milik TNI Kodam Jaya meledak dan menyebabkan kerusakan yang cukup besar,” ungkap Dave dalam keterangan video yang dikutip, Senin (1/4/2024) di Jakarta.

“Syukur alhamdulillah, TNI menyingkirkan masyarakat sehingga tidak banyak korban jiwa,” lanjut Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Baca Juga  Airlangga Hartarto Pastikan Golkar Tidak Pakai Mahar Dalam Pilkada

Terpisah, Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengaku mulai melakukan asesmen terhadap rumah yang rusak terdampak ledakan Gudmurah Kodam Jaya.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan asesmen. Mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak mengatakan, ada 150 ribu amunisi yang terbakar di gudang nomor 6 di Gudmurah, Kabupaten Bogor.

Ia juga bersyukur kejadian itu tidak menelan korban jiwa. Jenderal Maruli menyebut, pihaknya akan kembali mengevaluasi kejadian ini.

“Secara persyaratan penyimpanan barang berbahayanya kita bersyukur sampai dengan saat ini. Walaupun sekitar 150 ribu amunisi yang ada dalam gudang itu sampai sekarang tidak ada korban. Tapi, secara penyimpanan kita akan evaluasi kembali,” kata Maruli dalam konferensi pers Minggu (31/3/2024). *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life