Ekonomi

Indonesia Usung 4 Agenda Ekonomi di KTT ASEAN Labuan Bajo

Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia membawa empat agenda ekonomi dalam KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, NTT.

Dia mengatakan sebagai Ketua ASEAN, Indonesia memiliki posisi strategis yang dapat mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Di bidang ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjadi Ketua Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community Council/AECC).

Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari wawancara Airlangga dalam talkshow Elvan Dani S detik.com tayang Rabu (10/5/2023).

1. Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik

Indonesia membawa kebijakan membangun ekosistem kendaraan listrik ke ASEAN. Seperti diketahui, Indonesia dan Thailand adalah produsen otomotif di Asean.

“Tapi yang punya bahan baku adalah Indonesia dan Filipina. Jadi ekosistem itu yang akan kita bangun,” jelasnya.

2. Menggunakan QR System di 5 Negara

Kemudian, yang kedua adalah Local Currency Settlement (LCS) untuk mengurangi kebutuhan dolar AS di dalam negeri dan di luar negeri.

LCS akan diterapkan di lima negara ASEAN untuk menjadi percontohan guna melakukan pembayaran dengan mengikutsertakan UMKM dalam QR system.

Dengan QR system masyarakat akan bisa menggunakan Rupiah di Malaysia atau Singapura. Demikian juga dengan negara lain.

“Turis dari negara lain juga bisa menggunakan dolar Singapura dan ringgit Malaysia. Jadi ini akan dilakukan di lima negara,” terangnya.

3. Kerangka Ekonomi Digital

“Yang ketiga, kita akan membuat digital economic framework agreement,” jelasnya.

Sehingga, digitalisasi di ASEAN itu menjadi salah satu pemicu untuk pertumbuhan ekonomi di semua negara ASEAN.

4. Promosi Wisata Indonesia

Sebagai tuan rumah perhelatan internasional, setiap negara akan menjadikannnya momentum untuk mempromosikan wisata dan potensi daerah.

Airlangga mengatakan KTT ke-42 sekaligus menunjukkan bahwa konferensi internasional tidak hanya bisa digelar di Jakarta dan Bali.

“Namun juga tempat lain, dan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, salah satu yang memiiki potensi untuk itu,” terangnya.

Lebih jauh, Airlangga Hartarto menambahkan empat fokus Indonesia di bidang ekonomi ini diyakini mampu membawa ASEAN menjadi pusat pertumbuhan kawasan.

Hal ini sejalan dengan tema Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN atau ASEAN Summit Labuan Bajo 2023, yaitu ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

Erna Sari Ulina Girsang

Recent Posts

Tanggapan Polda Metro Jaya terkait Suami BCL Tiko

Polda Metro Jaya memberikan tanggapan terkait kasus penggelapan dana yang menyeret nama suami penyanyi Bunga…

9 hours ago

Menuju Pilkada Serentak 2024

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 di Indonesia dihadapkan pada sejumlah tantangan signifikan yang dapat…

11 hours ago

Gen Z dan Kepedulian Terhadap Lingkungan

Generasi Z merupakan kelompok yang semakin peduli terhadap isu-isu lingkungan dan keberlanjutan, termasuk dalam industri…

12 hours ago

Jenderal TNI: Masyarakat Sipil bisa Pergi bantu Palestina

Jenderal TNI Agus Subiyanto baru-baru ini mengungkapkan bahwa masyarakat sipil Indonesia bisa berperan membantu Palestina…

13 hours ago

OPM Bakar Supir Taksi di Paniai

Pada tanggal 11 Juni 2024, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka…

15 hours ago

Cina Berikan Dana untuk Pegawai Turun Berat Badan

Sebuah perusahaan teknologi di China, Insta360, telah meluncurkan program unik untuk mendorong karyawannya menjaga berat…

17 hours ago