Home » Inovasi Pelayanan Publik Indonesia Siap Berkompetisi di Kancah Internasional

Inovasi Pelayanan Publik Indonesia Siap Berkompetisi di Kancah Internasional

by Junita Ariani
2 minutes read
Kementerian PANRB melakukan pembinan kepada inovator yang akan mengikutsertakan inovasi pada ajang kompetisi kancah internasional.

ESENSI.TV - JAKARTA

Kementerian PANRB (Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi) melakukan pembinan kepada inovator yang akan mengikuti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) di kancah internasional.

Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tersebut diadakan oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Dan, merupakan bentuk dari penyebarluasan inovasi.

Demikian disampaikan Asisten Deputi Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik Kementerian PANRB Ajib Rakhmawanto.

“Pada tahun 2023, OECD kembali mengadakan kompetisi inovasi tingkat internasional. Sehingga kami merasa perlu mendorong partisipasi inovasi Indonesia sebagai bagian dari penyebarluasan praktik baik inovasi pelayanan publik,” ujarnya.

Hal itu disampaikannya pada sosialisasi sekaligus sharing knowledge dengan pendampingan keikutsertaan Indonesia pada OECD, secara virtual, Senin (22/1/2024).

Ajib mendorong agar inovator dapat berpatisipasi secara aktif dengan mendaftarkan inovasinya sebelum ditutup pada 31 Januari 2024 (waktu Paris) mendatang.

Diharapkan, informasi-informasi terkait inovasi ini juga dapat mendukung dampak yang sangat signifikan di kancah internasional.

“Kami berharap Bapak-Ibu bisa menanyakan langsung terkait persyaratan apa yang perlu dipenuhi. Serta sistematika apa yang mungkin nanti sebagai persyaratan atau terkait proposal, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejak 2015, beberapa inovasi Indonesia telah mendapatkan prestasi di tingkat internasional. Seperti inovasi Penanganan Penyakit Malaria melalui Sistem EDAT dari Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Kemudian, kemitraan Dukun Beranak dengan Tenaga Medis Dalam Rangka Mengurangi Kematian Bayi dan Ibu Melahirkan dari Kabupaten Aceh Singkil.

Dan, inovasi PetaBencana.id yang digagas oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bekerja sama Yayasan PetaBencana.id.

Persyaratan Kompetisi

Dalam kesempatan itu, Advisor Nasional USAID-ERAT Redhi Setiadi menegaskan, deadline menjadi salah satu kendala yang ditemui saat meng-submit inovasi.

Baca Juga  Dukung Kompetisi Sepak Bola Akar Rumput, Dito: Gelar Piala Menpora U-13

Untuk itu diperlukan manajemen waktu yang baik untuk memanfaatkan waktu yang tersisa sebelum pendaftaran di tutup.

Redhi menjaskan, meskipun kompetisi ini diselenggarakan pada 2023, namun deadlinenya di 2024. Adapun yang menjadi fokus dari kompetisi tersebut adalah masyarakar/warga sebagai titik tolak dan tujuan inovasi.

Dikatakan, inovasi harus lahir dari kebutuhan masyarakat dan melibatkan mereka mulai dari desain, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi.

“Semakin besar partisipasi/kolaborasi maka inovasi akan bernilai tinggi,” tuturnya.

Redhi menyampaikan, ada beberapa prasyarat/kriteria inovasi pada kompetisi yang diselenggarakan oleh OECD tersebut. Yaitu, terdapat aspek kebaruan pendekatan, metode, atau proses; sudah diimplementasikan meskipun baru pada tahap awal.

Mempunyai daya ungkit/dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat dan meningkatkan kepercayaan public pada institusi pemerintah. Serta kolaborasi antaraktor/sector dalam hal desai, pelaksanaan, dan monev.

“Inovasi ini tidak dilaksanakan secara sendirian, tetapi dilaksanakan dengan melibatkan multiaktor. Jadi semakin banyak Bapak/Ibu melakukan kolaborasi dalam mendesain, maupun monev inovasi maka inovasi itu akan bernilai lebih tinggi,” pungkasnya.

Redhi menambahkan, bagi inovasi yang pernah diikutsertakan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), hal ini merupakan modal.

Karena nantinya yang akan diisi hampir 95 persen jawaban sudah ada di proposal saat men-sumbmit di KIPP. Untuk diketahui, inovator dapat mendaftar melalui dua cara.

Pertama, dengan melakukan register di https://oecd-opsi.org. Kemudian, yang kedua dengan mengisi informasi inovasi di OECD Digital Form. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life