Home » Kenali Gejala dan Penyebab Acute Respiratory Distress Syndrome

Kenali Gejala dan Penyebab Acute Respiratory Distress Syndrome

by Junita Ariani
2 minutes read
Acute respiratory distress syndrome atau paru-paru basah, yaitu kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak menerima cukup oksigen dari paru-paru.

ESENSI.TV - JAKARTA

Apa itu Acute respiratory distress syndrome (ARDS)? Acute respiratory distress syndrome atau paru-paru basah, yaitu kondisi serius yang terjadi ketika tubuh tidak menerima cukup oksigen dari paru-paru.

Kondisi ini juga bisa menjadi komplikasi dari infeksi paru-paru, cedera, atau penyakit serius. Kondisi ini bisa berkembang dengan cepat bahkan bisa berakibat fatal.

Karena itu, penting untuk mengenali gejalanya agar bisa segera mendapatkan perawatan. Sebagaimana dilansir dari situs kesehatan, Sabtu (9/12/2023) berikut gejala ARDS yang perlu diwaspadai

1. Masalah pernapasan, misalnya, sesak napas yang parah, pernapasan yang cepat dan dangkal, atau nyeri saat bernapas.

2. Detak jantung cepat. Kesulitan bernapas dapat membuat jantung bekerja lebih keras.

3 Batuk, misalnya batuk kering atau batuk berdahak.

4. Bunyi pernapasan abnormal. Gejala ini bernama rales atau crackles, yang terdengar saat dokter memeriksanya dengan stetoskop.

5. Kelelahan. Tingkat oksigen yang rendah dalam darah dapat menyebabkan kelemahan otot dan kelelahan berlebihan.

6. Sianosis. Bibir dan kuku terlihat membiru karena rendahnya kadar oksigen dalam darah.

Dalam kasus di mana infeksi sepsis yang menjadi penyebab ARDS, gejalanya bisa berupa tekanan darah rendah atau demam.

Meskipun sebagian besar pengidap ARDS sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit karena trauma, infeksi, atau penyakit lain, terkadang gejalanya dapat muncul kembali setibanya di rumah.

Baca Juga  Kenali Gejala dan Orang yang Berisiko Terkena Penyakit Herpes Zoster

Penyebab Paru-Paru Basah

Saat bernafas, udara masuk melalui hidung dan mulut, dan masuk ke paru-paru. Di paru-paru, udara memasuki saluran alveolar dan alveoli, yaitu kumpulan kantung kecil seperti anggur.

Kapiler, atau pembuluh darah kecil, berjalan melalui dinding alveoli. Oksigen memasuki kantung udara dan masuk ke kapiler. Dari sana oksigen memasuki aliran darah dan berjalan ke setiap bagian tubuh, termasuk otak, jantung, hati, dan ginjal.

Pada penyakit ARDS cedera, infeksi, atau kondisi lain menyebabkan cairan menumpuk di kantung udara. Pembengkakan terjadi di seluruh paru-paru, dan cairan serta protein bocor keluar dari kapiler ke alveoli, sehingg menyebabkan pengidap sulit bernapas.

Pendarahan juga dapat menyebabkan darah bocor ke paru-paru. Hal tersebut mencegah paru-paru bekerja dengan baik. Alhasil, paru-paru tidak dapat menerima udara secara normal, dan tidak mampu menghilangkan karbondioksida secara efektif.

Itulah yang menyebabkan proses bernapas menjadi sulit dan melelahkan.

Saat kadar oksigen dalam aliran darah mulai turun, organ vital tidak menerima oksigen yang mereka butuhkan. Ini pun membuat organ tubuh berisiko mengalami kerusakan serius. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life