Home » Ketidakpastian Global Berisiko Gagalkan Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Ketidakpastian Global Berisiko Gagalkan Indonesia Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

by Erna Sari Ulina Girsang
1 minutes read
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenkoperekonomian

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perlambatan laju ekonomi di sejumlah negara dan perang berisiko menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di kuartal keempat tahun ini.

Untuk tahun 2024, ujarnya, peningkatan risiko global diperkirakan juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditargetkan mampu mencapai 5,2%.

“Dunia masih terus dibayangi berbagai risiko dan ketidakpastian. Perlambatan ekonomi dunia dan berbagai risiko serta ketidakpastian global, berpotensi akan meningkatkan risiko bagi pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia di Q4 2023 dan di tahun 2024,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam keterangan tertulis di kutip Minggu (22/10/2023).

Mulai dari risiko pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melemah, harga komoditas yang volatile dan geopolitik perang Ukraina-Rusia dan konflik Palestina-Israel juga berisiko terhadap ekonomi Indonesia.

Kemudian, fragmentasi ekonomi (antitesis dari integrasi ekonomi), ancaman El Nino dan perubahan iklim, risiko debt-distress dan kontraksi PMI Manufaktur global.

Serta meningkatnya harga minyak dunia. Pertumbuhan ekonomi global masih lemah dan melambat, serta tidak merata, tahun 2023 diperkirakan hanya tumbuh 2,9% dan tahun 2024 menurun ke 2,8%.

Fundamental Ekonomi RI

Namun, dia mengatakan Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang baik, sebab pertumbuhan ekonomi nasional mampu mencatatkan angka di atas 5% selama tujuh kuartal berturut-turut.

Baca Juga  BI: Prospek Ekonomi Domestik 2024-2025 Aman Meski Diancam Ketidakpastian Global

Inflasi Indonesia pada September 2023 mampu terjaga di level 2,28% (yoy) dan menjadi yang terendah sejak Februari 2022.

PMI Manufaktur masih terus di level ekspansif, optimisme masyarakat dari sisi IKK masih cukup tinggi, dan Indeks Penjualan Riil yang masih tumbuh positif, serta Neraca Perdagangan pada September 2023 yang masih surplus sebesar USD3,42 miliar, melanjutkan surplus selama 41 bulan berturut-turut.

Untuk dapat mencapai target pertumbuhan PDB di kisaran 5,3% (yoy) pada 2023, diperkirakan kebutuhan investasi yang diperlukan yakni sebesar Rp6.189,10 triliun dengan mayoritas porsi investasi dari masyarakat sebesar 84,7%, kemudian dari Pemerintah sebesar 9,7%, dan selebihnya dari Badan Usaha Milik Pemerintah.

Sementara itu, untuk meraih target pertumbuhan PDB 5,2% (yoy) pada 2024, kebutuhan investasi yang diperlukan dari berbagai pelaku ekonomi yakni berada pada kisaran Rp6.900 triliun. Jika dilihat dari sumber investasinya, kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dari investasi Pemerintah, perbankan, pasar modal, capital expenditure BUMN, penanaman modal, serta internal pendanaan korporasi.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

#beritaviral
#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life