Home » Sebanyak 50 Ulama Pesantren Ikuti Studi Penguatan Fatwa di Mesir

Sebanyak 50 Ulama Pesantren Ikuti Studi Penguatan Fatwa di Mesir

by Junita Ariani
2 minutes read
Peserta program beasiswa Non Degree Penguatan Pengambilan Fatwa di Daarul Ifta' Mesir

ESENSI.TV - JAKARTA

Sebanyak 50 peserta program beasiswa Non Degree Penguatan Pengambilan Fatwa dikirim ke Daarul Ifta’ Mesir untuk memperkuat kapasitas pengambilan fatwa.

Mereka terbang pada 9 Februari dari Jakarta ke Mesir dan akan mengikuti program ini hingga 9 Maret 2024.

“Program beasiswa ini dirancang khusus bagi para Kiai, Gus, Ibu Nyai, dan Ning pesantren dari seluruh Nusantara,” kata  Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Kemenag, Waryono Abdul Ghofur.

Menurutnya, program tersebut merupakan kerja sama Kementerian Agama (Kemenag) dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Program ini merupakan bentuk penguatan. Karena pesertanya sudah memiliki dasar yang kuat dalam pengambilan fatwa. Di Daarul Ifta’, mereka tidak hanya akan belajar lebih lanjut, tapi juga akan memperkenalkan karya ulama Nusantara. Bahkan menciptakan karya akademik dalam bahasa Arab,” jelasnya dalam keterangannya dikutip, Senin (12/2/2024) di Jakarta.

Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Ma’had Ali, Mahrus El Mawa menambahkan, salah satu persyaratan utama peserta program ini adalah kemahiran berbahasa Arab.

Baca Juga  Wamenag: Waspadai Gerakan Metamorfoshow

“Hal ini menegaskan bahwa kemampuan berbahasa menjadi kunci penting dalam keberhasilan mengikuti program ini,” tambahnya.

Mewakili para peserta, Gus Anis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program beasiswa ini.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kementerian Agama, LPDP, Daarul Ifta’, dan semua yang terlibat. Kami berkomitmen untuk memaksimalkan amanah akademik ini,” tuturnya.

Pelepasan peserta yang dilakukan, Jumat (9/2/2024) ditandai dengan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Fadl, KH. Fadlullah dari Pondok Pesantren APIK Kaliwungu Kendal.

Dikatakannya, dalam program beasiswa ini, Kemenag menyediakan layanan maksimal mulai dari transportasi ke bandara hingga pendampingan selama di Mesir.

Biltiser Bahtiar, yang ditugaskan untuk mendampingi peserta selama di Mesir, merasa bersyukur mengemban tugas ini.

“Ini merupakan tugas mulia. Kami berharap dapat menjadi khadim bagi para kiai dan Bu Nyai pesantren, semoga mendapat berkah melimpah,” tukasnya. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life