Ekonomi

Soal Pakaian Bekas Impor, Teten Masduki: Tidak Ada Lagi Kompromi

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan Pemerintah tidak akan melegalkan pakaian bekas impor.

Dengan demikian, impor ilegal yang selama ini masih terjadi akan diambil tindakan tegas alias tidak ada lagi kompromi.

Hal ini disampaikannya merespons tuntutan pada pedagang pakaian bekas se-Indonesia dan Perhimpunan Pedagang Pakaian Impor yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perdagangan RI, kemarin.

“Kami nggak bisa membiarkan penyelundupan terus. Jadi yang disuruh ngadepin ke kami pedagang ecerannya, tetapi yang di belakangnya itu, masa kami kompromi terus?,” jelasnya, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (7/6/2023).

Teten juga menegaskan Pemerintah tidak akan merevisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 40 Tahun 2022.

“Kan sudah dilarang, tidak direvisi. Kami nggak akan pernah merevisi,” tegasnya.

Sebelumnya, Para pelaku usaha pakaian bekas mendesak Pemerintah melalui Menteri Perdagangan melegalkan impor pakaian bekas.

Kegiatan bisnis thrifting diyakini telah terbukti sangat signifikan menggerakkan UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah) di seluruh Indonesia.

Dari sisi kepentingan konsumen, impor pakaian bekas dinilai membantu daya beli masyarakat untuk mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga terjangkau.

Tuntutan ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa yang digelar di sekitar Kantor Kementerian Perdagangan RI, di Jakarta, Selasa (6/6/2023).

Mereka meminta Pemerintah merevisi dan mengeluarkan baju bekas dari daftar lampiran Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 tahun 2022 tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Dari 167 jenis barang yang dilarang dalam Permendag itu, satu di antaranya, yaitu urutan ke-12 dengan nomor pos tarif/HS 6309.00.00, adalah barang pakaian bekas dan barang bekas lainnya.

Pakaian bekas dan barang bekas lainnya termasuk dalam daftar barang dilarang impor Nomor IV atau masuk kelompok Kantong Bekas, Karung Bekas dan Pakaian Bekas.

“Kami akan berjuang sampai Pemerintah menyetujui tuntutan kami,” ujar salah satu orator aksi dari perwakilan pedagang, Robert Ginting.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaterkini
#beritaviral

Erna Sari Ulina Girsang

Recent Posts

Jutaan Calon Mahasiswa Menanti Kelulusannya ke PTN

Hari ini, tepat tanggal 13 Juni 2024 sekitar pukul 15.00 WIB, jutaan calon mahasiswa menantikan…

18 hours ago

Waduh… Jutaan Anak Usia Sekolah Tak Sarapan

Diperkirakan sebanyak 34,54 juta anak usia sekolah tidak sarapan saat akan berangkat ke sekolah. Namun…

19 hours ago

Cara Berpikir untuk Revolusi Sektor Pariwisata Berkelanjutan

Era modern ini, pariwisata berkelanjutan telah menjadi topik yang semakin penting. Industri pariwisata, meskipun memberikan…

20 hours ago

Waww… Berikut 5 Gadis Cantik dari 5 Daerah Indonesia

Kata cantik kini tak lagi disematkan hanya kepada wanita yang secara fisik terlihat menarik dan…

21 hours ago

Terungkap! 5 Hal Receh yang Harus Diketahui Gen Z

Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh dewasa di era digital, memiliki minat dan kebutuhan yang…

23 hours ago

Waww… Cantiknya Pemimpin Perempuan Terakhir di Majapahit

Kecantikan pemimpin perempuan terakhir di Majapahit, layak dikagumi. Selain memiliki kemampuan memimpin, Sang Ratu Kencono…

1 day ago