Home » 39 Awak Kapal Ikan China Lupeng Yuanyu 028 Dinyatakan Hilang

39 Awak Kapal Ikan China Lupeng Yuanyu 028 Dinyatakan Hilang

by Erna Sari Ulina Girsang
1 minutes read

ESENSI.TV - JAKARTA

Sebanyak 38 awak kapal penangkap ikan laut dalam berbendera China Lupeng Yuanyu 028 dinyatakan hilang di Samudera Hindia sejak tanggal 16 Mei lalu.

Dari 39 awak kapal itu, sebanyak 17 orang adalah pelaut asal China, 17 pelaut dari Indonesia dan lima pelaut dari Filipina.

“Peristiwa itu terjadi pada Selasa sekitar pukul 03.00 WIB. Tidak ada jejak awak yang hilang atau rakit penyelamat kapal yang ditemukan,” tulis laporan Kementerian  Transportasi China di laman resminya, seperti dikutip esensi.tv, Rabu (24/5/2023).

Pemerintah China telah melakukan pencarian dan menjadikan waktu pencarian sebagai masa tanggap darurat.

“China telah melancarkan tanggap darurat, setelah sebuah kapal penangkap ikan laut dalam China terbalik di Samudera Hindia bagian tengah,” tulis Kementerian Transportasi China.

Empat kapal, termasuk dua kapal asing telah melakukan pencarian di tempat.

Bantuan juga datang dari beberapa kapal ikan lainnya.

Dalam melakukan pencarian, Kementerian Transportasi China bekerja sama juga dengan Administrasi Meteorologi China untuk memprediksi pergerakan awak yang hilang.

Koordinasi Australia, Maladewa dan Sri Lanka

Pemerintah China juga meningkatkan koordinasinya dengan badan pencarian dan penyelamatan di Australia, Maladewa dan Sri Lanka.

Baca Juga  Komisi VIII Minta Jemaah Haji Lansia Pasif Dipulangkan Lebih Awal

Sebelumnya, Kapal penangkap ikan bernama Lupeng Yuanyu 028 berbendera China tenggelam di Samudera Hindia sejak Selasa tanggal 16 Mei lalu.

“Kemlu telah menerima informasi dari Kedubes RRT di Jakarta mengenai hilangnya kapal penangkap ikan berbendera RRT LU PENG YUAN YU 028 pada tanggal 16 Mei 2023,” jelas Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, dikutip Jumat (19/5/2023).

Lebih jauh, Retno mengatakan Kementerian Luar Negeri RI telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) perihal insiden itu.

Berdasarkan informasi, Basarnas telah melakukan penjajakan pancaran sinyal EPIRB (emergency positional indicator or radio beacon).

Sejauh ini, jelasnya, diketahui bahwa lokasi EPIRB LU PENG YUAN YU 028 berada di Samudera Hindia.

Lokasi itu, tambahnya lagi, berada dalam koordinasi SAR Australia.

Untuk itu, Basarnas telah berkomunikasi dengan Australian Maritime Safety Authority (AMSA) Australia.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaviral
#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life