Home » Christina Aryani Dukung Kemenlu Pulangkan WNI dari Israel-Palestina

Christina Aryani Dukung Kemenlu Pulangkan WNI dari Israel-Palestina

by Junita Ariani
1 minutes read
Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani mendukung penuh upaya Kemenlu yang tengah merencanakan evakuasi WNI di Palestina

Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani mendukung penuh upaya Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk mengevakuasi WNI di Palestina di samping menyerukan perdamaian.

Dukungan itu disampaikan Christina dengan memanasnya situasi perang antara Israel dan Palestina, yang menyebabkan jatuhnya banyak korban meninggal dunia dan luka-luka.

“Situasi perang sangat memprihatinkan kita semua. Harus dihentikan atas nama kemanusiaan. Dan kami mendukung penuh upaya Kemenlu untuk memulangkan WNI ke tanah air,” kata Christina kepada wartawan, Selasa (10/10/2023) di Jakarta.

Ia juga mendukung imbauan Kemenlu bagi WNI untuk tidak bepergian ke Palestina maupun Israel. Christina Aryani berharap, rencana kontingensi termasuk evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari Palestina maupun Israel berjalan lancar sesuai rencana.

“WNI kita imbau agar aktif membangun komunikasi dengan KBRI Amman, KBRI Kairo dan KBRI Beirut. Untuk mendapatkan update informasi situasi di sana,” ucap Politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Kelompok Hamas dan Israel diketahui telah terlibat dalam konflik bersenjata sejak Intifada Palestina Pertama.

Baca Juga  Parlemen Dunia Diharapkan Buat Resolusi Bersama Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Pertempuran berlanjut di Israel selatan pada Senin (9/10/2023) pagi, setelah pemerintah Israel menyatakan perang dan mengintensifkan pemboman di Jalur Gaza.

Hal tersebut merupakan respons pembalasan atas serangan mendadak besar-besaran yang dilakukan Hamas.

Hamas bergerak dari Gaza kemudian memasuki Israel melalui darat, laut, dan udara. Bahkan beberapa diketahui menggunakan paralayang.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan sekitar 2.200 roket ditembakkan ke Israel, namun pihak Hamas menyebutkan angkanya mencapai 5.000.

Komandan militer Hamas Muhammad Al-Deif menyebut operasi tersebut adalah respons terhadap serangan kepada perempuan. Penodaan masjid al-Aqsa di Yerusalem, dan pengepungan Gaza.

Dalam kejadian tersebut, IDF mendesak warga sipil di Gaza untuk segera meninggalkan daerah pemukiman mereka. Hal ini demi keselamatan mereka ketika operasi militer Israel terus menargetkan Hamas.

Hingga hari Minggu kemarin, IDF mengatakan pihaknya menyerang 426 sasaran di Gaza. Termasuk 10 menara yang dikatakan digunakan oleh Hamas. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life