Home » Ini 2 Penyebab Harga Telur Naik Versi Satgas Pangan Polri

Ini 2 Penyebab Harga Telur Naik Versi Satgas Pangan Polri

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Satgas Pangan Polri melakukan operasi pasar telur. Foto: Ist

ESENSI.TV - JAKARTA

Kenaikan harga telur yang terjadi dalam dua pekan terakhir dipicu oleh dua faktor, yaitu meningkatnya harga pakan ternak dan biaya distribusi yang harus dikeluarkan peternak.

Satgas Pangan Polri turun ke pasar untuk merespons keluhan masyarakat terhadap kenaikan harga telur yang terjadi dalam dua pekan terakhir.

Kenaikan harga terutama terjadi di wilayah Jabodetabek dan Indonesia bagian timur.

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan langkah ini juga dilakukan untuk mencegah berlanjutnya kenaikan harga telur ayam ras saat ini.

Dari hasil pemantauan lapangan, jelasnya, kenaikan harga telur diakibatkan harga pakan ayam yang tinggi, yakni mencapai Rp8.500-8.700 per kilogram.

“Hal ini menyebabkan tidak seluruh peternak ayam petelur dapat membeli pakan ternak,” jelas Whisnu Hermawan, dalam keterangan tertulisnya di laman resmi Polri, dikutip Selasa (23/5/2023).

Selain akibat kenaikan harga pakan ternak, jelasnya, kenaikan biaya distribusi juga menyebabkan harga telur yang diterima konsumen meningkat.

Faktor lain adalah mahalnya biaya angkutan karena beberapa daerah belum bisa mencukupi kebutuhan telur ayam ras di daerahnya.

“Sehingga masih supply membutuhkan dari daerah lain,” jelasnya.

Dia mengemukakan Satgas Pangan Polri berupaya untuk mencari solusi permasalahan ini.

Baca Juga  Badan Pangan Nasional Upayakan Peningkatan Daya Beli Pangan Masyarakat

Informasi, jelasnya, juga diperoleh saat Tim Satgas turun langsung ke para distributor dan sentra pasar untuk mengecek stabilitas harga.

Tujuannya untuk menjaga kestabilan bahan pakan ternak, terutama jagung dan bahan pakan yang berasal dari impor.

Peran Pemda Lancarkan Distribusi

Satgas Pangan Polri, ujarnya lagi, juga berkoordinasi dengan Pemda dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi transportasi/sarana angkut terhadap bahan pakan ternak ke peternak dan peternak ayam petelur ke konsumen.

Menurut Whisnu, seluruh satgas pangan daerah melakukan pengecekan ke pabrik/produsen pakan ternak khususnya ternak ayam untuk mengidentifikasi kendala dan ketersediaan bahan baku pakan serta menyelesaikan permasalahan.

Satgas pangan pusat dan satgas pangan daerah telah berkomunikasi dengan para peternak ayam petelur di daerah-daerah,

Hal ini mengetahui ketersediaan dan harga pakan ternak di tingkat peternak, serta penyebab lain yang pengaruhi produksi telur ayam ras.

“Satgas pangan pusat dan satgas pangan daerah telah berkoordinasi dengan pelaku usaha jasa angkutan,” jelas Whisnu.

“Untuk memastikan jalur distribusi dan biaya-biaya operasional lain yang sekiranya dapat membantu menurunkan harga telur di tingkat konsumen,” sambungnya.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaviral
#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life