Home » Inilah Keunggulan Investasi 5 Komoditas Prioritas Perikanan

Inilah Keunggulan Investasi 5 Komoditas Prioritas Perikanan

by Junita Ariani
2 minutes read
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP Budi Sulistiyo dalam keterangannya dikutip, Kamis (8/2/2024) di Jakarta.

ESENSI.TV - JAKARTA

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengurai skor keunggulan komparatif (revealed comparative advantage/RCA) lima komoditas prioritas di sektor perikanan. Yakni, udang, rumput laut, tilapia, kepiting-rajungan, dan lobster.

RCA adalah salah satu indikator yang dapat menunjukkan keunggulan komparatif suatu komoditas atau daya saing produk suatu negara di pasar global.

RCA udang olahan misalnya, memiliki skor 1,01 di pasar Tiongkok dan 3,49 untuk pasar Jepang. Kemudian rumput laut memiliki skor RCA karaginan sebesar 6,25 untuk pasar Uni Eropa. Dan, tilapia memiliki skor RCA fillet beku sebesar 12,89 untuk pasar Kanada.

Penjelasan itu disampaikan Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), KKP Budi Sulistiyo dalam keterangannya dikutip, Kamis (8/2/2024) di Jakarta.

“Ini hasil analisa kami. Skor lebih dari 1 menandakan produk kita memiliki daya saing di pasar tersebut. Apabila petumbuhan pangsa pasarnya positif, negara itu menjadi pasar optimis dan potensial untuk terus dikembangkan” jelasnya.

Karenanya, Budi memprediksi nilai pasar udang global sebesar USD61,90 miliar di tahun 2045. Kemudian rumput laut bisa menyentuh USD11,14 miliar, tilapia USD1,94 juta. Kepiting-rajungan USD16,93 miliar serta lobster USD11,30 miliar di tahun 2045.

Baca Juga  BEI: 22 Perusahaan Incar Dana Rp 19,1 Triliun dari Right Issue

“Tentu ini nilai yang besar dan Indonesia berpeluang untuk menjadi salah satu pemain utama di tahun 2045,” tutur Budi.

Beri Fasilitas bagi Investor

Guna menampung minat investasi untuk komoditas prioritas tersebut, Budi memastikan KKP siap memberikan fasilitasi kemudahan berusaha, akses permodalan dan investasi. Begitu juga dengan dukungan kelembagaan dan mitra usaha.

Dikatakannya, saat ini KKP juga telah mengimplementasikan ekosistem logistik ikan yang efektif dan efisien serta sistem rantai dingin dari hulu-hilir.

Melalui dukungan tersebut, Budi berharap para pelaku usaha tak ragu untuk menanamkan modal atau mengembangkan usaha di sektor kelautan dan perikanan.

“Kita baru membuka koridor logistik Biak-Surabaya sebagai bentuk komitmen pengelolaan berbasis ekosistem. Yakni mendekatkan rantai pasok hasil perikanan dari hulu ke hilir, khususnya dari pusat produksi ke pusat distribusi ikan,” tutupnya. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life