Home » Yakin Bisa Taklukkan Hati Dunia, China Bakal Gencarkan Lagi Diplomasi Panda

Yakin Bisa Taklukkan Hati Dunia, China Bakal Gencarkan Lagi Diplomasi Panda

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Panda. Foto: Taman Safari Indonesia

ESENSI.TV - JAKARTA

Selama puluhan tahun, Pemerintah China telah berhasil menarik simpati dunia dan berhasil menjalin kerja sama diplomatik. Khususnya dengan negara-negara lain melalui diplomasi panda.

Tahun ini juga, Pemerintah China telah menandatangani sejumlah perjanjian baru untuk kerja sama konservasi panda raksasa dengan beberapa negara.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, seperti dikutip dari sejumlah media lokal Beijing, Minggu (25/2/2024) menyebutkan, pihaknya berharap babak baru kerja sama internasional. Yang ditujukan untuk konservasi panda raksasa akan semakin memperkaya penelitian ilmiah. Khususnya dalam melindungi panda raksasa dan spesies terancam punah lainnya.

Diplomasi panda tidak hanya akan memastikan konservasi panda di masa mendatang. Tetapi juga terjadi ikatan yang erat dan penuh simpati antara rakyat China dan sejumlah negara di dunia.

Adapun bentuk diplomasi, antara lain Pemerintah China akan mengirimkan panda raksasa kepada negara lain sebagai hadiah untuk  membangun hubungan diplomatik.

Contoh diplomasi panda adalah pada tahun 1972. Saat itu, Pemerintah China mengirimkan panda raksasa kepada beberapa negara barat. Di antaranya, Jerman, Perancis, Spanyol dan Meksiko.

Pada tahun itu, Perdana Menteri China Zhou Enlai memberikan dua ekor panda bernama Ling Ling dan Xing Xing kepada Presiden AS Ricard Nixon pada 1972.

Hasilnya, hubungan China dengan Amerika Serikat dan Eropa sejak saat itu sangat baik. Terutama karena negara-negara barat melihat China sebagai negara yang memperhatikan kelestarian hewan langka den mencintai lingkungan hidup.

Setelah negara penerima jatuh hati kepada panda, maka hubungan kedua negara dilanjutkan ke bidang yang lebih luas. Seperti pinjaman dan investasi.

Panda yang diberikan sebagian besar dapat hidup bertahan di rumah barunya, bahkan memiliki keturunan. Saat ini, diperkirakan ada 65 panda di luar China atau tersebar pada 18 negara, termasuk 32 anak panda yang lahir di negara-negara tersebut.

Baca Juga  Presiden Ukraina Terima Kunjungan Menlu Arab Saudi, Ini yang Dibahas

Sejarah Diplomasi Panda

Seperti dilansir dari Diplomacy Edu, Panda adalah salah satu lambang Tiongkok yang paling dikenal dan merupakan sumber “kekuatan lunak”.

Diplomasi panda mengacu pada praktik pemberian atau peminjaman panda raksasa oleh pemerintah Tiongkok ke negara lain sebagai simbol persahabatan, niat baik, atau untuk memperkuat hubungan diplomatik.

Praktik ini sudah ada sejak Dinasti Tang (618-907 M), namun menjadi sangat menonjol pada abad ke-20 dan ke-21.

Saat ini, diperkirakan terdapat 1.900 panda di alam liar dan sekitar 600 ekor di kebun binatang dan pusat penangkaran.

Jika panda tidak diberikan sebagai hadiah, peminjam harus membayar biaya sewa sekitar USD$1 juta per tahun, selain biaya pembangunan fasilitas panda. Hal ini dikatakan untuk menutupi biaya upaya konservasi panda di Tiongkok.

Di zaman modern, Tiongkok telah menawarkan panda sebagai hadiah diplomatik kepada negara-negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis dan Jerman.

Dalam beberapa dekade terakhir, praktik tersebut telah beralih dari memberi hadiah menjadi meminjamkan panda, yang sering kali disertai dengan serangkaian syarat dan ketentuan.

Persyaratan ini dapat mencakup biaya pinjaman, ketentuan perawatan panda, dan perjanjian untuk mengembalikan keturunan panda ke Tiongkok.

Diplomasi panda juga dapat berfungsi sebagai cara bagi Tiongkok untuk mempromosikan citranya di luar negeri, menunjukkan komitmennya terhadap konservasi satwa liar, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan negara-negara penerima panda.

Dalam banyak kasus, kedatangan panda di suatu negara menimbulkan minat publik yang besar dan dapat meningkatkan pariwisata dan pertukaran budaya antar negara yang terlibat.

Email : ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

 

 

 

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life