Home » 3 Tahun Terakhir, Pemerintah Selesaikan 1.841 Kasus Perdagangan Manusia

3 Tahun Terakhir, Pemerintah Selesaikan 1.841 Kasus Perdagangan Manusia

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi TPPO. Foto: Pixabay

ESENSI.TV - JAKARTA

Pemerintah masih terus berusaha memberikan pelindungan WNI korban perdagangan manusia yang dipekerjakan di online scams di Myawaddy, Myanmar.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan sebagai gambaran, letak Myawaddy adalah 415 km dari Yangon (jauh).

Sejauh 500 km dari Bangkok (jauh), 567 km dari Naypidaw (jauh), dan 11 km dari Mae Sot dan merupakan perbatasan Myanmar-Thailand.

Myawaddy ini merupakan wilayah di mana otoritas pusat Naypydaw tidak memiliki kontrol secara penuh.

“Jadi teman-teman bisa membayangkan tantangan yang dihadapi,” jelas Menlu Retno dalam temu pers, di Jakarta, pekan lalu.

Saat ini, jelasnya, Pemerintah terus melakukan komunikasi, baik dengan otoritas di Naypydaw, otoritas di Thailand dan otoritas Lokal di Myawaddy.

Koomunikasi, ujarnya, juga dilakukan dengan organisasi-organisasi lain seperti IOM dan Regional Support Office dari Bali Process yang ada di Bangkok.

“Jadi kami melakukan komunikasi dengan banyak sekali pihak dengan tujuan memberikan pelindungan kepada WNI,” lanjutya.

Tujuannya, tambahnya lagi, Pemerintah dapat mengeluarkan WNI dari wilayah tersebut dengan selamat.

“Saya ingin memberikan highlight bahwa kasus online scams ini sudah menjadi masalah regional dengan korban berasal dari berbagai negara,” terangnya.

Korban Indonesia Tersebar di 6 Negara

Dia menyebutkan untuk korban Indonesia, tercatat berada di Myanmar, Kamboja, Thailand, Vietnam, Laos dan Filipina.

Baca Juga  Lonjakan Kasus COVID-19 Tidak Membuat Afrika Selatan Lakukan Pembatasan Perjalanan

Pagi ini saya mendapatkan laporan dari KBRI kita di Manila bahwa otoritas penegak hukum Filipina bekerja dengan perwakilan negara asing di Manila.

Laporan juga diperoleh dari KBRI dan telah melakukan operasi penyelamatan korban online scams.

Operasi tersebut berhasil menyelamatkan total 1.048 orang yang berasal dari 10 negara, termasuk dari Indonesia.

Korban WNI yang berhasil diselamatkan berjumlah 143 orang.

KBRI Manila saat ini sedang melakukan pendataan dan akan memfasilitasi repatriasi para korban ke Indonesia.

Pemerintah, jelasnya, cukup intensif melakukan komunikasi dengan Manila dan juga dengan Pak Direktur PWNI karena ada perkembangan terakhir yang terjadi di Manila.

“Sekali lagi angka dan apa yang sampaikan mengenai operasi di Manila ini menunjukkan besarnya magnitude dari tindakan kriminal perdagangan manusia yang korbannya adalah warga negara ASEAN,” lanjut Menlu.

Dalam 3 tahun terakhir Pemerintah telah menangani dan menyelesaikan 1.841 kasus online scams.

Dari jumlah ini temans melihat besarnya magnitude dari perdagangan manusia di bidang online scams ini.

“Dan yang kita lakukan adalah dari membantu fasilitasi shelter pada saat penanganannya setelah kita evakuasi, pendampingan hukum, konseling psikologis, sampai kepada repatriasi kembali ke Indonesia,” jelas Menlu.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaviral
#beritaterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life