Home » Awas! Bisa Buat Rumah Tangga Retak, Ini 4 Ciri-Ciri Hubungan Toxic Soal Uang

Awas! Bisa Buat Rumah Tangga Retak, Ini 4 Ciri-Ciri Hubungan Toxic Soal Uang

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Ilustrasi masalah keuangan rumah tangga. Foto: Freepik

ESENSI.TV - JAKARTA

Tahukah kamu bahwa masalah keuangan termasuk persoalan yang sering menjadikan hubungan rumah tangga, pertemanan, bahkan hubungan keluarga kandung retak alias tidak harmonis.

Hal ini biasanya terjadi karena salah satu atau kedua orang di dalam pasangan itu menjalani hubungan toxic soal uang.

Khusus untuk hubungan rumah tangga, ini tiga prilaku toxic yang harus kamu hindari agar persoalan keuangan tidak menyebabkan rumah tanggamu hancur, seperti dilansir dari OJK dalam laman Sikapiuangmu, Kamis (29/2/2024).

1. Tidak Transparan Dalam Keuangan

Ketika salah satu pasangan menyembunyikan transaksi keuangan, seperti membeli barang mewah atau mengajukan pinjaman tanpa persetujuan pasangan, hal ini dapat menciptakan rasa curiga dalam hubungan.

Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk saling berkomunikasi, membangun kepercayaan, dan membuat keputusan keuangan bersama agar dapat mencapai tujuan keuangan yang sehat dan hubungan yang harmonis. Ingat! Setiap keputusan keuangan perlu dicapai berdasarkan kesepakatan dan dikomunikasikan secara transparan.

2. Tidak Setara dalam Hal Keuangan

Pernahkah Sobat mendengar cerita suami yang membatasi keuangan istri? Misalnya tidak mengalokasikan dana yang cukup untuk kebutuhan hidup, atau menyimpan semua aset keuangan dalam rekening pribadi sehingga istri tidak memiliki akses keuangan.

Baca Juga  Momen Sedih Enzy Storia Pamit dari Tonight Show

Akibatnya, istri tidak memiliki kebebasan dalam mengelola keuangan dan kehilangan kemandirian finansial. Pola perilaku seperti ini dapat menciptakan ketidaksetaraan dan merusak kepercayaan dalam hubungan.

Ingat, tujuan bersama perlu dicapai dengan kerja sama, dalam hal mencapai tujuan keuangan juga perlu rasa saling percaya dalam berkomunikasi dan berbagi tugas.

Misalnya dengan membuat kesepakatan mengenai siapa yang mengelola dana kebutuhan hidup, investasi, dan aset keuangan lainnya. Membangun hubungan yang setara dalam hal keuangan akan membuat pasangan merasa dilibatkan dalam upaya mencapai tujuan bersama.

3. Perilaku Boros atau Tidak Bertanggung Jawab

Apa yang akan terjadi jika salah satu pasangan cenderung boros? Sementara itu, pasangan lainnya merasa khawatir dan cemas terhadap stabilitas keuangan mereka.

Perbedaan pandangan dan perilaku keuangan seperti ini dapat menimbulkan masalah. Ingat kembali! Tujuan bersama perlu dicapai dengan konsistensi kerja sama. Oleh karena itu, pasangan perlu selaras dalam hal menyikapi uang.

Susunlah kesepakatan bersama mengenai anggaran dan skala prioritas keuangan, selanjutnya implementasikan secara konsisten dan bertanggung jawab agar tujuan keuangan bersama dapat tercapai.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life