Home » Bertemu Menhaj Taufiq di Jeddah, Menag Ajukan Tambahan Petugas Haji

Bertemu Menhaj Taufiq di Jeddah, Menag Ajukan Tambahan Petugas Haji

by Junita Ariani
2 minutes read
Pertemuan Menag Yaqut Cholil Qoumas dengan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah di Jeddah.

ESENSI.TV - JEDDAH

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas bertemu dengan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Arab Saudi Taufiq F Al Rabiah di Jeddah. Keduanya membahas persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M.

Dalam pertemuan itu, Menag menyampaikan terima kasih atas kuota jemaah haji Indonesia yang telah diberikan sejumlah 221.000. Dan, tambahan kuota sejumlah 20.000, sehingga total kuota jemaah haji Indonesia tahun 1445 H/2024 M menjadi 241.000 jemaah.

Gus Men panggilan Menag Yaqut, menyampaikan terima kasih atas adanya penambahan alokasi kuota petugas haji 2024. Dari awalnya hanya 2.100 menjadi 4.421 orang.

Namun, kata Gus Men, hal itu masih belum sebanding dengan jumlah jemaah yang harus dilayani.

“Saya juga mengajukan penambahan kuota petugas haji untuk lebih mamaksimalkan layanan. Semoga ini juga bisa disetujui Menhaj Saudi,” terang Gus Men, dikutip dari keterangannya, di Jeddah, Senin (18/12/2023).

Hal penting lain yang didiskusikan adalah terkait kepastian rencana penempatan jemaah haji Indonesia di Masyair.

Menurut Gus Men, kepastian rencana penempatan itu penting untuk mengantisipasi kepadatan di Masyair mengingat ada penambahan kuota seluruh dunia.

“Hal ini kami sampaikan juga ke Menhaj Saudi. Termasuk saya ajukan kemudahan dan prioritas layanan untuk jemaah haji disabilitas dan lanjut usia di musim haji tahun 1445 H/2024 M,” terangnya.

Ia berharap layanan untuk jemaah haji bisa maksimal, khususnya pada saat puncak haji. Begitu juga dengan simulasi pembagian kuota tambahan, harus dapat dipastikan simulasi layanan dan tempatnya di Masyair.

Baca Juga  Arab Saudi Ubah Kebijakan Masyair, Menag: Tidak Ada Lokasi Khusus Negara Tertentu

Tambahan Zamzam

Kementerian Agama (Kemenag), kata Gus Men, meminta kebijakan Kementerian Haji dan Umrah agar maktab-maktab hanya menempatkan jemaah haji di tenda Arafah dan Mina sesuai rencana penempatan.

Sehingga, kejadian adanya jemaah yang menempati tenda di luar rencana yang telah disepakati, tidak terulang kembali.

“Kemenag juga mengusulkan formula layanan haji khusus oleh konsorsium perusahaan travel haji khusus dan asosiasinya dapat diturunkan. Dari minimum 2.000 jemaah menjadi 1.000 jemaah,” tegas Gus Men.

Hal penting lainnya yang dibahas Gus Men adalah kepastian persetujuan pengiriman zamzam tambahan. Gus Men berarap agar proses pengiriman zamzam tambahan tersebut dapat segera memperoleh persetujuan.

“Secara umum, Menhaj memahami sejumlah usulan Kemenag. Khusus berkenaan pengiriman zamzam tambahan, Menhaj menyampaikan bahwa itu masih dibahas dengan Dewan Malaki sebagai pihak yang memiliki otoritas untuk memberikan persetujuan,” jelasnya.

Ikut mendampingi, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, Konjen RI di Jeddah Yusron Bahauddin Ambari.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, dan Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life