Home » Debat Kelima Capres, Ganjar Ajak Rakyat Renungkan Kembali Jejak Demokrasi Indonesia

Debat Kelima Capres, Ganjar Ajak Rakyat Renungkan Kembali Jejak Demokrasi Indonesia

by Erna Sari Ulina Girsang
2 minutes read
Capres dan cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD dalam debat kelima Pilpres, di JCC, Jakarta, Minggu (4/2/2024) malam. Foto: Ist

ESENSI.TV - JAKARTA

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang tidak memiliki jejak rekam korupsi dan pelanggaran hak azasi manusia (HAM).

Dia mengingatkan agar rakyat merenungkan kembali jejak demokrasi Indonesia.

Hal ini disampaikan Ganjar di segmen terakhir atau dalam closing statement debat kelima capres yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (4/2/2024).

Berikut pertanyaan penutup lengkap Ganjar Pranowo dalam debat kelima Pilpres.

Bapak ibu yang sangat hormati, saya dan Pak Mahfud punya tiga janji. Taat kepada Tuhan, patuh kepada hukum dan keadilan, dan setia kepada rakyat.

Kenapa ini harus kita sampaikan? Karena selama kita berkeliling kami mendengar baik-baik apa yang rakyat sampaikan. Mereka sampaikan, saya catat dalam tiga hal.

Fasilitas Kesehatan

Pertama, bangsa ini sering kali dikecewakan pemimpinnya. Kita tidak ingin ini terjadi. Mulai dari fasilitas kesehatan yang tidak terpenuhi. Mulai dari pendidikan yang tidak inklusif.

Lapangan kerja yang tidak menjangkau lebih banyak orang. Atau barangkali bagaimana 1000 kehidupan pertama untuk mencegah stunting itu mesti betul-betul dilakukan agar bangsa ini punya investasi besar pada SDM Indonesia. Itu janji yang harus ditepati.

Kita tidak boleh lagi membiarkan kekecewaan itu terulang dan kemarahan rakyat itu muncul. Lalu mereka jadi apatis. Dan kali ini beri suara Anda kepada calon yang konsisten, visioner, yang mampu mendengarkan rakyat, negarawan, reformis dan tidak punya persoalan.

Selanjutnya, kita harus menjaga proses politik demokrasi dengan baik. Kita mesti melawan politik dinasti itu yang didukung oleh mereka yang statementnya sangat terbuka. Menguasai sepertiga kekayaan Indonesia. Sungguh rakyat merasa terluka karena statement itu.

Baca Juga  Prabowo Ingatkan Anies Soal Demokrasi di Indonesia

Jejak Demokrasi

Dan yang mementingkan kepentingan keluarga di atas kepentingan segala. Hari ini kampus berbicara, masyarakat sipil berbicara, dan kita sedang diingatkan agar track demokrasi bisa berjalan dengan baik. Dan jangan biarkan KKN subur lagi di Indonesia. Kita harus tegas menegakkan hukum.

Lima tahun yang lalu, dalam debat capres 2019, saya tim Kampanye Joko Widodo. Beliau menyampaikan dan kita diingatkan untuk tidak memilih pemimpin calon yang memiliki potongan diktator dan otoriter.

Dan yang punya rekam jejak pelanggar HAM. Yang punya rekam jejak untuk melakukan kekerasan. Yang punya rekam jejak masalah korupsi. Saya sangat setuju apa yang beliau sampaikan.

Agar kriteria ini menjadi pegangan kita dalam memilih pemimpin.

Ketiga saya berjanji bersama Pak Mahfud, bila terpilih, kami tidak akan mengecewakan rakyat. Rakyat adalah sumber energi kami. Ruang-ruang terbuka diakomodasi. Mereka adalah detak jantung kami.

Mandat rakyat adalah amanah suci buat kami. Bismillahirohmanirohim. Kita mulai era baru di Indonesia, ketika tidak satu rakyat pun ditinggalkan. No one left behind. Dan kita memasuki era gotong royong, menuju Indonesia Unggul.

Terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan inspirasi, menitipkan harapan kepada pundak kami berdua untuk memilih nomor 3, Ganjar-Mahfud. Dan Insya Allah Indonesia pasti lebih baik.

Terima kasih kawan-kawan patner saya, pasangan nomor 1 dan 2. Kami senang hari ini kita bisa berdiskusi, bisa berdebat dan kita berada pada posisi yang sama-sama saling menghormati. Terima kasih rakyat untuk Indonesia yang lebih baik.

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life