Home » Indonesia Tunda Kawinkan Piala Thomas – Piala Uber

Indonesia Tunda Kawinkan Piala Thomas – Piala Uber

by Raja H. Napitupulu
2 minutes read
Thomas

ESENSI.TV - CHENGDU

Tim Piala Thomas Indonesia akhirnya tertunda mengawinkan gelar juara Piala Thomas dan Piala Uber pasca ditekuk Tim Piala Thomas China. Kedua tim Indonesia hanya mampu mengawinkan posisi runner up atau juara kedua, pada tahun ini.

Tim Thomas Indonesia takluk 1-3 dari China. Sementara Tim Uber Indonesia kalah telak 0-3. Meski demikian, Tim Uber Indonesia berhasil melewati target yang dipatok yaitu lolos semifinal.

Berhasil meraih medali perak membuat Tim Uber Indonesia mematahkan sejarah kelam selama 16 tahun tidak lolos partai final Piala Uber.

Pertandingan Ketat

Partai pertama yang mempertemukan andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting harus mengakui permainan tim China Shi Yuqi. Anthony bahkan tertinggal jauh dari Shi Yuqi dengan skor 17-21, 6-21.

Berikutnya partai kedua, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pun takluk dalam rubber game kontra Liang Wei Kang/Wang Chang. Fajar/Rian kalah 18-21, menang 21-16, dan takluk 17-21 atas Liang/Wang. Poin untuk China bertambah menjadi 2-0.

Giliran partai ketiga, Indonesia sempat memperkecil ketinggalan dari China 1-2 melalui kemenangan Jonatan Christie. Skor yang diraih Jonatan 21-16, 15-21, 21-17 atas Li Chifeng.

Pada partai keempat, ganda putra Indonesia Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri akhirnya tunduk pada He Ji Ting/Ren Xiang Xu dengan skor 11-21, 15-21 dari. Poin China pun melesat menjadi 1-3 atas Indonesia, dan memastikan berada di posisi Juara Piala Thomas 2024.

China kembali mengoleksi 11 gelar Piala Thomas. Meski masih tertinggal tiga kali dari Indonesia yang mengoleksi 14 gelar, namun bukan tidak mungkin China akan menggeser Indonesia.

Baca Juga  Menpora Ingin Atlet PNS Jadi Influencer Olahraga

Dengan prestasi ini, Tim Piala Thomas Indonesia mengikuti jejak Tim Piala Uber Indonesia, dengan sama-sama mengoleksi medali perak.

Siap Menyambut Kemenangan di Olimpiade

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, mengapresiasi perjuangan Tim Piala Thomas dan Piala Uber Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi perjuangan atlet bulutangkis Indonesia yang sudah berjuang dengan maksimal di ajang Thomas Cup 2024,” kata Dito sebagaimana dikutip dari laman Kemenpora.

Capaian prestasi Tim Indonesia, kata Dito, memberikan harapan besar bagi pebulutangkis Indonesia di kancah Olimpiade Paris 2024. Bahkan, lanjutnya, pebulutangkis Indonesia akan mampu mempertahankan dan melanjutkan tren positif tersebut hingga menuju Olimpiade 2024 Paris.

“Menang dan kalah di ajang Thomas dan Uber ini, saya tetap bangga terhadap semua pebulu tangkis kita. Kedepan kita akan fokus Olimpiade 2024 Paris. Saya optimis pebulutangkis kita bisa mempertahankan dan melanjutkan trend positif ini. Pemerintah akan mendukung penuh para atlet untuk berprestasi di Olimpiade,” kata Dito lagi.

Tidak hanya dari cabang olahraga bulutangkis, Menpora Dito juga meminta kepada semua atlet dari beberapa cabang olahraga lain yang sudah lolos Olimpiade 2024 Paris agar terus fokus mengikuti pelatnas sebagai persiapan menuju Olimpiade 2024 Paris.

“Saya ingin semua atlet yang sudah lolos Olimpiade 2024 Paris untuk terus fokus berlatih bersama pelatnas. Seperti para atlet yang sudah berjuang di ajang Tim Thomas dan Uber Indonesia ini masih akan mengikuti beberapa kejuaraan internasional lainnya dan fokus menuju Olimpiade 2024 Paris,” imbuh Dito.

 

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life