Home » Kemenperin Apresiasi Industri Semen Gunakan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

Kemenperin Apresiasi Industri Semen Gunakan Pembangkit Listrik Ramah Lingkungan

by Junita Ariani
2 minutes read

ESENSI.TV - TABALONG

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan apresiasi kepada PT. Conch South Kalimantan Cement (CSKC). Di mana perusahaan ini mendukung komitmen pemerintah dalam penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dengan menggunakan teknologi WHRPG.

WHRPG (Waste Heat Recovery Power Generation) merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan yang digunakan industri semen CSKC berkapasitas 7-11 megawatt (MW).

Pembangkit listrik itu dihasilkan dari lini produksi klinker di pabrik sebesar 2 x 3200 ton/hari.

Demikian dijelaskan Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Doddy Rahadi. Ia mengatakan itu, saat menghadiri peresmian proyek WHRPG di pabrik semen PT. CSKC, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Selasa (16/5/2023).

“Proyek WHRPG yang dibangun oleh PT CSKC ini dapat mengubah gas sisa menjadi energi listrik. Kemudian dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produksi pabrik semen,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang tengah membangun sistem kelistrikan hijau rendah karbon dan ramah lingkungan.

“Transisi energi menjadi isu besar di dalam negeri dan dapat memberikan harapan baru mengenai masa depan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang lebih baik. Sebagai dampak kebijakan peralihan sumber energi dari fosil ke energi terbarukan,” tutur Doddy.

Pembangunan WHRPG

Pada Kesempatan yang sama, Direktur PT. CSKC Wang Hongyu mengemukakan, perusahaannya berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon.

Baca Juga  Pemerintah Dorong Penggunaan Transportasi Ramah Lingkungan

“Karenanya, kami menerapkan langkah-langkah dalam mengurangi emisi karbon dalam perusahaan, antara lain pembangunan WHRPG,” ungkapnya.

WHRPG merupakan teknologi ramah lingkungan yang mampu memanfaatkan panas gas buang dari proses pembakaran atau proses produksi sebagai energi pembangkit listrik.

Pengembangan fasilitas WHRPG sebagai terobosan PT CSKC dengan mengubah gas buang menjadi energi listrik. Tidak tanggung-tanggung, inovasi pembangkit listrik ini mampu menghasilkan energi listrik sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Yakni melalui pengurangan emisi gas CO2 yang merupakan salah satu pasokan energi listrik yang bersifat terbarukan,” papar Wang Hongyu.

Menurutnya, proyek transformasi teknis pembangkit tenaga panas di PT. CSKC ini memanfaatkan limbah panas boiler suhu rendah dan bertekanan rendah. Juga menggunakan teknologi pembangkit listrik turbin bertekanan rendah.

Setelah konstruksi selesai, unit WHRPG diharapkan dapat menghemat 50.000 ton batubara setiap tahun pada power plant. Kemudian, menghemat biaya pembelian batubara sebesar Rp33 miliar, serta mengurangi emisi karbon dioksida sebesar 108.000 ton.

“Tentunya dengan mempraktikkan pengembangan bisnis hijau dan rendah karbon, akan menungkatkan efisiensi proses yang ada di PT. CSKC,” imbuh Wang Hongyu. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life