Home » Kemensos Ciptakan Tiga Alat Bantu Penyandang Disabilitas

Kemensos Ciptakan Tiga Alat Bantu Penyandang Disabilitas

by Junita Ariani
1 minutes read
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengatakan, Kemensos menciptakan tiga alat untuk membantu penyandang disabilitas

Kementerian Sosial atau Kemensos menciptakan tiga alat untuk membantu penyandang disabilitas. Ketiga alat bantu tersebut adalah Gelang Rungu dan Wicara (GRUWI) dan Gelang Tuna Grahita (GRITA).

“Satu lagi adalah tongkat adaptif yang telah dipatenkan Kemensos,” kata Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini, dalam siaran persnya dikutip, Selasa (3/10/2023).

Kemensos kata Risma, berkomitmen memperkuat keberpihakan kepada penyandang disabilitas. Hal ini sejalan dengan semangat ASEAN High Level Forum (AHLF) on Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025. Yang akan digelar pada 10-12 Oktober 2023 di Makassar.

Mensos mengatakan, momen AHLF akan menjunjung semangat keberpihakan negara-negara ASEAN terhadap para penyandang disabilitas.

“No one left behind, jadi tidak ada seorangpun yang tertinggal termasuk disabilitas,” katanya di Jakarta.

Risma mengatakan, GRUWI diluncurkan oleh Mensos sebagai salah satu upaya pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Sekaligus respons terhadap ancaman keamanan yang dihadapi penyandang disabilitas tuna rungu dan tuna wicara.

Gelang ini dipicu oleh sensor gerak serta dilengkapi dengan pendeteksi denyut nadi. Gelang ini mampu mengeluarkan bunyi untuk menarik perhatian orang.

Bunyi ini muncul saat pengguna (penyandang disabilitas) dalam kondisi darurat atau panik sehingga denyut nadi tiba-tiba tinggi.

Saat itulah gelang berbunyi dan kejahatan terhadap penyandang tuna rungu dan tuna wicara serta tuna grahita bisa dicegah.

Baca Juga  Karantina Pertanian Sumut Tandatangani RKT dan RPP dengan BKSDAE

“Inovasi Kemensos itu berangkat dari kegelisahan saya yang sering mendapati kasus rudapaksa yang banyak menimpa anak-anak disabilitas rungu dan wicara,” kata Mensos.

Baik GRUWI, GRITA maupun tongkat adaptif, merupakan hasil inovasi tim disabilitas yang dibina di sentra-sentra Kemensos.

Alat Peringatan Dini

Alat tersebut kata Risma, berfungsi sebagai early warning system atau peringatan dini bagi penyandang disabilitas baik tuna rungu maupun intelektual.

“Hingga saat ini, jumlah produksi awal untuk GRUWI sebanyak 217 unit dan GRITA sebanyak 100 unit. Dari jumlah tersebut telah disalurkan GRUWI 65 unit dan GRITA belum ada,” kata Kepala Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) Bogor, MO Royani.

Ketiga alat itu terbukti memberikan manfaat bagi para penyandang disabilitas. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah waiting list permintaan atau persiapan pengiriman ke Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). Yaitu GRUWI sebanyak 75 unit dan GRITA 90 unit.

Perhelatan ASEAN High Level Forum (AHLF) on Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025, akan dihadiri 200 delegasi dari Badan Sektor ASEAN.

Hadir juga organisasi terafiliasi ASEAN, organisasi penyandang disabilitas, mitra wicara ASEAN, serta akademisi di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.*

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life