Home » Produk Kayu Olahan Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp46 Miliar di Jerman

Produk Kayu Olahan Indonesia Bukukan Potensi Transaksi Rp46 Miliar di Jerman

by Junita Ariani
2 minutes read

Produk kayu olahan Indonesia mampu membukukan potensi transaksi senilai USD3,1 juta atau Rp46 miliar pada  Pameran Interzum 2023, di Kolnmesse, Cologne, Jerman pada 9-12 Mei 2023.

Keikutsertaan dalam Pameran berskala internasional ini menjadi bukti komitmen dan eksistensi produsen dan pelaku usaha Indonesia. Terutama dalam mempromosikan produk kayu olahan yang berkualitas.

Demikian Plt Direktur Pengembangan Ekspor Manufaktur, Ganef Judawati mengatakannya dalam keterangan pers, Jumat (19/5/2023).

Ganef yang meresmikan Paviliun Indonesia di pameran tersebut mengungkapkan, pameran ini dibagi dalam tiga fokus promosi utama.

Pertama, Materials and Nature. Menampilkan produk untuk lantai, vinil, laminasi, dan keperluan interior lain terbuat dari kayu, mineral, serta bahan alami.

Kedua, Function and Components. Menampilkan perlengkapan dapur, perkantoran, furnitur, dan sistem pencahayaan.

“Ketiga, Textile and Machinery yang menampilkan produk perlengkapan interior dari tekstil dan kulit,” katanya.

Dikatakannya, partisipasi Indonesia pada pameran ini merupakan bagian dari program promosi produk manufaktur Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN).

Berkolaborasi dengan Atase Perdagangan Berlin, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg, dan didukung Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

MoU IPD Jerman

Pada pameran ini, Paviliun Indonesia memfasilitasi enam perusahaan kayu olahan dan teknikal, yaitu CV Ribka Furniture, PT Citra Fajar Utama.

PT Sumber Sejahtera Alamindo, PT Hasil Albizia Nusantara, PT Rama Gombong Sejahtera, dan PT Ratimdo Utama.

Selain itu, terdapat perusahaan Indonesia yang berpartisipasi secara mandiri yaitu PT Ateja Tritunggal dan CV Tropika Perkasa.

Baca Juga  Pemerintah Proyeksikan Nilai Ekspor 2023 Naik 12,8% dan Impor 14,9%

Ganef mengungkapkan, pameran ini merupakan ajang internasional bergengsi yang menjadi tujuan lebih dari 74 ribu distributor dan buyers internasional.

“Pameran ini juga menjadi peluang bisnis untuk sekitar 1.800 peserta dari berbagai negara di kawasan Eropa, Asia, dan Amerika,” ujarnya.

Ia berharap, melalui partisipasi pada pameran ini, pelaku usaha Indonesia dapat menjadi bagian dari rantai pasok produk kayu internasional.

Dalam kesempatan itu, Ganef juga melakukan penandatanganan pembaharuan nota kesepahaman (MoU) dengan Import Promotion Desk (IPD) Jerman. MoU tersebut tentang Promosi Sektor Kayu Ringan Indonesia yang akan berlaku hingga 30 Mei 2024.

Kerangka kerja sama di bawah MoU ini kata dia, akan fokus pada promosi sektor kayu ringan yang telah diawali dengan kolaborasi pemilihan peserta. Serta penjaringan buyers untuk Paviliun Indonesia pada Pameran Interzum 2023.

“Pada MoU ini, IPD Jerman juga berkomitmen untuk mengawal perkembangan perusahaan Indonesia pascapameran dan menjadi konsultan jika terdapat kendala yang dihadapi,” papar Ganef.

Pada 2022, ekspor produk kayu Indonesia ke Jerman tercatat sebesar USD95 juta, turun 4,33 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara ekspor produk kayu Indonesia ke Uni Eropa pada 2022 sebesar USD389 juta, turun 2,9 persen dibandingkan 2021. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life