Home » Sering Absen dan Nunggak SPP, SMP N 1 Brebes Minta Anisa Maharani Mengundurkan Diri

Sering Absen dan Nunggak SPP, SMP N 1 Brebes Minta Anisa Maharani Mengundurkan Diri

by Agita Maheswari
2 minutes read

ESENSI.TV - JAKARTA

Anisa Maharani, siswi SMP Negeri 1 Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, diminta pihak sekolah mengundurkan diri karena sering tidak masuk kelas.

Kisah ini menjadi viral dalam beberapa hari terakhir, karena Anisa ternyata tidak berangkat ke sekolah karena tidak memiliki ongkos.

Selain itu, pihak sekolah mengeluarkannya karena Anisa Maharani sudah menunggak uang sekolah selama beberapa bulan.

Dia dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan di Kelurahan Kalinyamat Kulon, Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah.

Sedangkan, dia menjalani pendidikan dasar menengah di SMP 1 Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Selain tidak memiliki uang untuk ongkos, menurut pengakuan Ayahnya, Isfandi (49 tahun), Anisa juga harus membantu menjaga adiknya yang menderita stunting.

Adik Menderita Gizi Buruk

Sebelum putus sekolah, Anisa sudah kelas 10, sedangkan adiknya Cintya Rizki Azalia berusia 3 tahun mengalami gizi buruk.

“Anisa jarang masuk sekolah sejak Cintya sakit pada Agustus 2022,” jelas Isfandi kepada wartawan yang mulai mendatangi rumahnya, Sabtu (27/5/2023).

Dia mengatakan anak keduanya, masih di rawat di rumah sakit.

Anisa dan ibunya Lina Handayani (37 tahun) ikut menginap di rumah sakit selama masa perawatan Chintya.

Baca Juga  Diserang Kanker Payudara, Pelawak Senior Nunung Belajar Ikhlas dan Jalani Kemoterapi

Sementara itu, Isfandi mengaku pergi bekerja sebagai satpam di sebuah perusahaan dealer kendaraan di Kota Tegal.

Kasus Anak Putus Sekolah

Sebelumnya, Benny Sanjaya, Kepala Keasistenan Pemeriksaan Perwakilan Ombudsman RI Kalimantan Selatan, mengatakan untuk data di tahun ajaran 2020/2021, jumlah anak putus sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) di 34 Provinsi sejumlah 44.516 anak.

Meski ada penurunan dari tahun ajaran 2019/2020 yang sejumlah 59,443 anak, bukanlah prestasi, tetapi darurat evaluasi.

Padahal jenjang pendidikan dasar sendiri merupakan masa terpenting anak, untuk mendapat pendidikan dan pengetahuan dasar.

Dia mengatakan orang tua dapat memanfaatkan  Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mendapatkan pendidikan gratis.

KIP saat ini menyasar kepada anak usia sekolah (usia 6 – 21 tahun), yang berasal dari keluarga miskin.

Kemudian, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

Yaitu, piatu, penyandang disabilitas, dan korban bencana alam/musibah, dapat dilaksanakan programnya dengan tepat sasaran.*

Email: agitamaheswari@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

#beritaterkini
#beritaviral

 

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life