Home » Telan Biaya Triliunan, Komisi VI Harap Pembangunan KEK Kesehatan Sanur Segera Selesai

Telan Biaya Triliunan, Komisi VI Harap Pembangunan KEK Kesehatan Sanur Segera Selesai

by Junita Ariani
1 minutes read
Kunjungan Kerja Komisi VI dalam rangka pengawasan terkait pengembangan Pariwisata Bali dan KEK Kesehatan di Sanur, Bali, Rabu (4/10/2023).

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Bali, merupakan KEK Kesehatan pertama di Indonesia.  KEK Kesehatan Sanur dapat menjadi jawaban atas banyaknya masyarakat yang lebih memilih mendapatkan perawatan medis ke luar negeri.

Hal itu disebabkan keterbatasan fasilitas kesehatan di Indonesia.

“Hadirnya Rumah Sakit Internasional Bali diharapkan mampu menjawab bahwa Indonesia mempunyai RS bertaraf internasional. Yang tidak kalah dengan kualitas di luar negri,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohammad Hekal, dalam keteranagn tertulisnya, Kamis (5/10/2023).

Diketahui Komisi VI melakukan kunjungan kerja dalam rangka pengawasan terkait pengembangan Pariwisata Bali. Dan, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sanur, Bali, Rabu (4/10/2023).

Menurutnya, pembangunan KEK Kesehatan dan juga sarana dan prasarana yang ada di kawasan tersebut (agar) bisa segera selesai pembangunanya.

Dijelaskannya, rumah sakit di Bali ini dibangun Indonesia Healthcare Corporation (IHC) dengan biaya investasi kurang lebih Rp2,1 triliun.

Di kawasan itu juga disiapkan beberapa hotel oleh PT Hotel Indonesia Natour (PT HIN) dengan menggunakan biaya investasi senilai Rp1,7 triliun.

“Diharapkan pembangunan tersebut mampu mencapai target investasi dengan nilai Rp25 triliun,” pungkasnya.

Hekal mengharapkan hadirnya destinasi KEK Kesehatan di Sanur Bali ini menjadi andalan destinasi di kawasan Asia ke depan.

Selain rumah sakit, hadir juga sejumlah klinik, seperti klinik kecantikan, klinik stem cell, klinik hair transplant dan kemudian ada juga rumah untuk orang orang lansia.

Baca Juga  Begini Doa Istri Indra Bekti untuk Kesembuhan Suaminya

“Saya cukup bangga melihat progress pembangunan seperti dikatakan dalam pemaparan hotel sudah sekitar 69 persen. Rumah sakit 49 persen. Mudah-mudahan ini bisa cepat terselesaikan perlu kerja keras dan komitmen yang kuat agar ini bisa segera terwujud dan segera diresmikan,” katanya.

Standar Rumah Sakit AS

Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit tersebut berdasarkan penilaian dari Mayo Clinic sebagai organisasi kesehatan AS.

Hal ini bertujuan agar mencapai kualitas, keamanan, dan pengalaman pasien dengan standar internasional tertinggi. Sehingga, diharapkan pelayanan dari dokter-dokter di luar bisa mentransfer ilmu kepada dokter Indonesia.

Hekal juga mengatakan, perlunya dicari tahu alasan mengapa masyarakat Indonesia lebih percaya berobat keluar negeri. Persoalan ini menurutnya, sudah menjadi penyakit lama, padahal RS di luar (negeri) tidak (selalu) lebih baik daripada di dalam negeri.

“Namun, mengapa pasien-pasien di dalam negeri lebih puas berobat keluar. Merasa mendapatkan pelayanan dan treatment yang bagus, diagnosa yang tepat. Sehingga rela mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, mungkin hal seperti itu harus ada perbaikan,” jelasnya. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

 

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life