Home » Mudzakarah Perhajian Indonesia Diminta Tuntaskan Syarat Istitha’ah Kesehatan

Mudzakarah Perhajian Indonesia Diminta Tuntaskan Syarat Istitha’ah Kesehatan

by Junita Ariani
2 minutes read
Menag Yaqut Cholil Qoumas membuka Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023, di Yogyakarta.

ESENSI.TV - YOGYAKARTA

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membuka Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023, di Yogyakarta. Menag meminta forum diskusi ini dapat merumuskan secara tuntas terkait dengan syarat istitha’ah kesehatan haji.

“Istitha’ah kesehatan ini penting, karena menyangkut kemaslahatan orang banyak. Saya ingin di Mudzakarah ini, syarat tentang istitha’ah ini dibahas tuntas,” tegas Menag Yaqut saat memberikan arahan, Senin (23/10/2023).

Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023, melibatkan praktisi perhajian, alim ulama, ahli kesehatan, serta pembimbing manasik haji.

Untuk memutuskan istitha’ah ini menurut Menag, harus berpegang pada fungsi pemerintah dalam memberikan pelayanan, pembinaan, dan perlindungan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Terpenting juga, harus melihat prinsip keadilan. Selanjutnya setelah diputuskan bagaimana syarat istitha’ah kesehatan, harus ada keberanian untuk mengumumkan itu kepada publik,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menag Yaqut Cholil Qoumas telah mengusulkan agar istitha’ah kesehatan menjadi syarat pelunasan biaya jemaah haji.

“Selama ini kita terbalik. Biasanya jemaah melunasi dulu, baru diperiksa kesehatannya. Akhirnya pihak Kemenkes juga tidak sampai hati mencoret jemaah. Padahal tidak memenuhi syarat kesehatan,” tuturnya.

Dukungan Komisi VIII

Ketua Komisi VIII DPR RI Ashabul Kahfi yang juga hadir dalam Mudzakarah menyatakan persetujuannya atas usul Menag Yaqut.

“Komisi VIII mendukung ide Gus Men (Menag Yaqut) yang ingin mendahulukan istitha’ah kesehatan sebelum melakukan pelunasan biaya haji,” kata Ashabul Kahfi.

Baca Juga  Berpikir Positif: Kebiasaan Baik dan Dampak Luar Biasa dalam Kehidupan Sehari-hari

Ia pun menyoroti pentingnya kelengkapan prasarana serta tenaga kesehatan yang mumpuni untuk menentukan istitha’ah.

“Saya harap itu dapat dibahas dalam mudzakarah ini,” tutur Ashabul Kahfi.

Persetujuan ini menurutnya bukan tanpa alasan. Pasalnya, ia menyaksikan sendiri bagaimana banyak jemaah haji lansia kepayahan di tanah suci karena tidak memenuhi istitha’ah haji.

“Saya sempat menemukan ada 18 jemaah haji lansia dirawat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Mereka berusia sekitar 70-80 tahun. Secara fisik mungkin mereka sehat, tapi ternyata secara mental mereka tidak memenuhi syarat istitha’ah karena demensia,” papar Ashabul Kahfi.

“Kita berharap tahun depan hal semacam ini tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief menyampaikan Mudzakarah Perhajian Indonesia 2023 akan berlangsung selama tiga hari, 23-25 Oktober 2023.

“Di sini juga hadir Kabid PHU dan Kakanwil dari seluruh provinsi,” tutur Hilman.

“Secara khusus, mudzakarah kali ini mengangkat tema tentang Penguatan Istitha’ah Kesehatan Haji. Pembahasan istitha’ah akan dilakukan secara komprehensif melalui mudzakarah ini, mulai dari aspek kesehatan hingga fiqhiyah,” imbuhnya.*

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life