Home » Oknum Ormas Memalak Toko Fotokopi di Bekasi Dua Kali Seminggu

Oknum Ormas Memalak Toko Fotokopi di Bekasi Dua Kali Seminggu

by Lyta Permatasari
1 minutes read
pungli di bekasi

Sebuah insiden pemalakan oleh oknum organisasi masyarakat (ormas) terjadi di Jalan Lele Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Kasus ini menunjukkan bahwa oknum tersebut kerap datang dua kali dalam seminggu untuk meminta uang dari toko fotokopi setempat.

Aksi Pemalakan

Pegawai toko fotokopi yang menjadi korban pemalakan ini, Arif (18), menceritakan bahwa oknum ormas tersebut sering datang ke tokonya dan meminta uang. Mereka bahkan mendatangi toko Arif pada hari Sabtu, dan saat Arif menolak memberikan uang dengan alasan toko sedang sepi, mereka langsung mengancam.

Ancaman yang dilontarkan oleh pelaku termasuk ancaman untuk “menandai” toko fotokopi tersebut, menciptakan ketidaknyamanan bagi Arif dan toko lain di sekitarnya. Meskipun tidak ada nominal pasti yang diminta oleh pelaku, Arif merasa bahwa memberikan uang kepada mereka hanya akan membuat pelaku semakin terbiasa melakukan pemalakan.

Resah dan Tindakan Polisi

Arif mengungkapkan bahwa dirinya merasa resah dengan adanya pemalakan ini, terutama karena pelaku sering mendatangi tokonya. Polisi sendiri langsung mengambil tindakan setelah menerima informasi tentang kasus ini melalui media sosial. Mereka datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan terhadap laporan tersebut.

Baca Juga  Seekor Harimau Sumatra Mati di Aceh

Kepala Tim Presisi Polres Metro Bekasi Kota, Ipda Rudi Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya akan mencari pelaku pemalakan ini untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Polisi juga akan memberikan teguran kepada pelaku agar tidak melakukan pungutan liar lagi di masa mendatang. Pihak kepolisian juga akan memperketat pemantauan di wilayah tersebut untuk mencegah terjadinya pemalakan serupa.

Kejadian Terdokumentasi

Kejadian pemalakan ini tertangkap kamera CCTV di toko fotokopi. Pelaku, yang mengenakan kaos merah, jaket, dan topi hitam, meminta uang kepada Arif namun ditolak karena toko sedang sepi. Hal ini menunjukkan pentingnya keamanan dan pemantauan visual di sekitar bisnis untuk membantu mengidentifikasi pelaku dan mendokumentasikan insiden serupa.

 

Editor: Farahdama A.P/Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life