Home » Waspadai Penyusutan Otak di Usia Muda

Waspadai Penyusutan Otak di Usia Muda

by Junita Ariani
2 minutes read
Penyusutan otak adalah hal yang sangat wajar terjadi ketika ini dikaitkan dengan pertambahan usia.

Penyusutan otak adalah hal yang sangat wajar terjadi ketika ini dikaitkan dengan pertambahan usia. Hal ini terjadi akibat korteks serebral yang merupakan lapisan luar otak yang berkerut semakin tipis akibat pertambahan usia.

Selain itu, bagian lobus frontal dan lobus temporal juga dapat mengalami penipisan akibat usia yang semakin tua.

Lobus frontal merupakan bagian otak yang berfungsi untuk memproses memori, mengontrol emosi, interaksi sosial, dan fungsi motorik.

Sedangkan lobus temporal berfungsi untuk memahami kata, berbicara, membaca, menulis, hingga menghubungkan kata.

Namun bukan hanya kelompok usia lanjut saja yang berisiko tinggi mengalami penyusutan otak. Kondisi ini dapat terjadi lebih awal sehingga dapat memengaruhi kondisi mental serta kualitas kehidupan.

Penyusutan otak yang terjadi di usia muda kerap dikaitkan dengan kondisi atrofi otak. Ini merupakan kondisi medis berupa terjadinya penyusutan massa atau sel saraf pada otak.

Ada berbagai hal yang bisa menyebabkan penyusutan otak di usia muda, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (10/10/2023).

1. Kurang Berolahraga

Sebaiknya lakukan olahraga secara rutin sejak dini untuk menghindari pengecilan otak di usia muda. Disarankan untuk melakukan olahraga minimal 150 menit setiap minggunya untuk menjaga kesehatan otak.

Selain itu, kamu juga disarankan untuk melakukan berbagai aktivitas fisik ringan, seperti berjalan, menari, hingga berkebun untuk memperlambat penyusutan otak.

2. Mengalami Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi yang tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan penyusutan otak di usia muda. Ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengontrol tekanan darah di usia muda.

Baca Juga  Satgas Antimafia Bola Polri Limpahkan Tersangka Kasus Pengaturan Skor Liga 2 Kepada Kejaksaan

Seperti mengelola stres dengan baik, batasi asupan garam, kurangi konsumsi alkohol, penuhi kebutuhan istirahat, hingga menjaga berat badan tetap seimbang.

3. Cedera Kepala

Sebaiknya selalu berhati-hati saat berkendara dan berkegiatan karena berisiko menyebabkan cedera otak traumatis.

Jangan lupa untuk selalu menggunakan alat pelindung diri saat berkendara atau melakukan kegiatan ekstrem untuk menghindari kondisi cedera pada bagian kepala.

Pengecilan otak yang terjadi dapat menyebabkan beberapa tanda pada kesehatan, seperti gangguan memori, kesulitan untuk berkomunikasi.

Kemudian, kesulitan untuk mempelajari hal baru, rentan mengalami infeksi pada tubuh, menjadi lebih lambat karena penurunan fungsi sel saraf pada otak. Dan, penurunan aliran darah menuju otak.

Sebaiknya cegah penyusutan otak di usia muda dengan melakukan beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai langkah pencegahan.

Misalnya berolahraga secara rutin, mengonsumsi berbagai makanan sehat, menghindari rokok dan alkohol, aktif secara fisik.

Kemudian, rutin melakukan sosialisasi dengan lingkungan, dan mencegah penyakit seperti hipertensi serta diabetes.

Selain makanan sehat, kamu bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dan vitamin dengan mengonsumsi suplemen agar kesehatan otak tetap terjaga. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life