Home » FRAGMEN SATE KLATHAK

FRAGMEN SATE KLATHAK

by Administrator Esensi
2 minutes read

ESENSI.TV - JAKARTA

Kelezatan Sate Klathak

Sate klathak adalah salah satu makanan khas Yogyakarta. Sate ini terbilang unik. Karena dimasak dengan cara dibakar menggunakan jeruji sepeda dan dibumbui dengan cara sederhana.

Dinamakan sate klathak karena saat dimasak, garam yang ditaburkan ke daging kambing muda akan berbunyi “klatak-klatak-klatak” saat dibakar.

Bumbu yang digunakan saat memasak sate klathak ini sangat sederhana. Tidak menggunakan bumbu kacang maupun bumbu kecap. Hanya dibumbui oleh garam. Sangat menarik.

Sate ini dimasak dengan menggunakan jeruji sepeda diyakini dapat menghantarkan panas lebih baik daripada tusuk bambu biasa. Sehingga orang yang menikmatinya akan dengan lezat menyantapnya.

Kelezatan sate klathak ini juga disenangi oleh salah satu penulis puisi Bernama Gus Nas.

Profil Penulis Gus Nas

Nama aslinya adalah M. Nashruddin Anshoriy. Gus Nas Jogja adalah seorang penulis puisi yang karyanya sudah banyak dikenal di kalangan tokoh-tokoh nasional di negeri ini.

Tidak hanya artis, politisi, pengusaha, maupun seniman mengenalinya. Gus Nas juga gemar mengoleksi lukisan-lukisan langka dari para maestro.

Gus Nas yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Ilmu Giri Yogyakarta ini telah menorehkan banyak sekali karya-karya yang menarik dalam bait-bait puisi. Beberapa diantaranya seperti Tong Kosong Reformasi, Semesta Bertakbir, Air Mata Sudan, dan beberapa karya lainnya.

Baca Juga  Di Balik Tabir

Karyanya bahkan dipuji oleh Gus Dur dan juga memujinya sebagai orang yang multi talenta.

Baru-baru ini, Gus Nas kerap kali menuliskan kegeraman serta pendapatnya tentang berbagai isu di masyarakat. Misalnya “8 Trilyun Ketamakan” sebagai bentuk kegeramannya terhadap kasus korupsi salah seorang menteri.

Kali ini, Gus Nas membagikan tulisannya tentang lezatnya salah satu makanan Nusantara, Sate Klathak.

FRAGMEN SATE KLATHAK

Dunia hanya setusuk sate
Saat daging kambing yang tanduknya belum tumbuh
Dalam irisan sebilah rindu dan puisi
Lalu ditusuk dengan manja oleh jeruji
Sate Klathak merajalela dalam goyangan lidahku
Lalu menjerit keenakan
Aku tersipu membayangkan merem-melek mataku
Kusebut Sate Klathak biang kelezatan itu
Raja-Raja Mataram Islam sejak dahulu
Menggelar Andrawina di Balairung Agung Kerto
4.000 kambing muda disembelih bersama
Untuk memanjakan lidah sang raja dan para tamunya
Sesudah Lima Abad berlalu
Jejak rasa itu kini menantang orang-orang pada hasrat dan ingin tahu
Kenikmatan apalagi yang hendak kalian dustakan?
Di belahan Jogja yang istimewa
Aroma segar daging kambing yang dibakar itu kian menggelora
Menggigitnya berarti maknyuss
Mengunyahnya memanjakan lidah
Sate Klathak mengajakmu bermimpi hidangan surga
Gus Nas Jogja, 25 Mei 2023
Editor: Addinda Zen

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life