Home » Health News – Empat Hal Polusi Udara Jakarta

Health News – Empat Hal Polusi Udara Jakarta

by Administrator Esensi
2 minutes read
polusi udara di ibu kota seluruh dunia

ESENSI.TV - JAKARTA

Prof Tjandra Yoga Aditama salah seorang Guru Besar UI telah menyampaikan adanya berita seputar  polusi udara  yang sedang melanda ibu kota. Beliau memberikan empat hal yang menjadi perhatian bagi masyarakat akan adanya polusi udara yang cukup berbahaya bagi kesehatan.

Sehubungan dengan berita polusi udara di Jakarta maka ada empat hal yang ingin disampaikan, yakni :
Pertama, polusi udara memang terjadi dari waktu ke waktu di berbagai kota di berbagai belahan dunia. Malahan WHO menyatakan bahwa di sekitar 90% anak di dunia hidup dalam lingkungan yang kadar polusi udaranya melebihi ambang batas

Kedua, ada tiga kemungkinan dampak polusi udara pada kesehatan:
1. Penyakit infeksi akut, seperti ISPA dalam bentuk radang tenggorok, bronkitis dan lain-lain.
2. Perburukan dari penyakit kronik. Misalnya seseorang yang memang punya asma akan lebih mudah dapat serangan asma kambuh, begitu juga pasien PPOK (penyakit paru obstruktif kronik) akan lebih mungkin eksaserbasi akut.
3. Kalau polusi udara terjadi terus menerus selama bertahun-tahun berkepanjangan maka memang secara teoritis dapat saja menimbulkan penyakit paru kronik, tetapi kan kenyataannya polusi udara akan berfluktuasi. Kadang-kadang buruk dan lalu membaik, jadi yang terjadi bukanlah dampak berkepanjangan.

Jadi dampak terjadinya penyakit paru kronik sampai mungkin kanker paru dan lain-lain bukanlah terjadi akibat polusi udara yang memburuk hanya dalam beberapa hari/minggu saja seperti sekarang ini.

Ketiga, tentang kabar bahwa sekarang banyak warga Jakarta yang mengeluh batuk dan lain-lain. maka sebaiknya informasi ini didukung data, bukan sekedar “katanya”.

Dalam ilmu kesehatan masyarakat ada kegiatan surveilans yang dilakukan secara rutin, sehingga harusnya kita punya data tentang berapa jumlah kasus penyakit paru dan pernapasan pada bulan Maret 2023 misalnya, lalu berapa bulan April, Mei dan Juni sekarang ini. Hal itu untuk memastikan informasi ada tidaknya peningkatan kasus.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Kementan. Benarkah Upaya ‘Bersih-Bersih' Jokowi terhadap Nasdem?

Di Australia misalnya, jelas ada data bahwa pada masa kebakaran semak-semak (“bush fire”) maka terjadi peningkatan angka masuk IGD akibat keluhan sesak napas di lokasi itu.
Data sejelas itu harusnya juga tersedia di negara kita.

Keempat, ada tiga hal yang perlu dilakukan masyarakat sehubungan dengan sedang tingginya kadar polutas di udara.
1. Sedapat mungkin membatasi aktifitas fisik berat di daerah dimana polusi udara memang sedang tinggi, misalnya di jalan macet dan lain-lain.
2. Tentu hal ini tidak mudah dilakukan, tetapi setidaknya perlu jadi perhatian kalau dimungkinkan. Ada juga pertanyaan tentang masker. Tentu masker tidak sepenuhnya dapat mencegah polutan udara masuk ke paru, tetapi setidaknya dapat membantu, selain juga mencegah penularan penyakit lain.

Penyakit Berbahaya Pada Pernapasan

Untuk warga masyarakat yang punya penyakit kronik pernapasan dll maka ada 2 hal:
a. Kalau memang selama ini ada obat yang harus rutin dikonsumsi maka ingatlah untuk mengkonsumsinya sesuai aturan yang ada.
b. Kalau ada perburukan dan keluhan tambahan (serangan asma misalnya) maka segera berkonsultasi ke petugas kesehatan. Atau setidaknya gunakan obat yang memang sudah dianjurkan untuk mengatasi perburukan keluhan.

3. Dengan sedang adanya polutan di udara maka jangan tambah polusi lain masuk ke paru dan saluran napas kita, tegasnya janganlah merokok.

Kebetulan 31 Mei adalah World No Tobacco Day, maka akan baik kalau sedang terjadinya polusi udara di Jakarta sekarang dan besok Hari Tanpa Tembakau Sedunia maka momentum ini dipakai untuk para perokok untuk berhenti merokok.
Kita tahu semua bahwa merokok memang membahayakan kesehatan, apalagi kalau ditambah dengan menghisap polusi udara pula.

Penulis: Prof Tjandra Yoga Aditama (Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI)
Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life