Home » Indonesia Masih Kekurangan Operator Pirometalurgi untuk Hilirisasi Industri Nikel

Indonesia Masih Kekurangan Operator Pirometalurgi untuk Hilirisasi Industri Nikel

by Raja H. Napitupulu
1 minutes read
Indonesia masih kekurangan operator pirometalurgi yang terampil dan berpengalaman.

ESENSI.TV - JAKARTA

Indonesia masih kekurangan operator pirometalurgi yang terampil dan berpengalaman. Untuk mendukung hilirisasi industri nikel dalam mengoperasikan smelter dan peralatan pirometalurgi lainnya.

Pirometalurgi sendiri merupakan salah satu proses ekstraksi logam dari bijih mineral yang menggunakan panas. Dan merupakan teknologi penting untuk menghasilkan produk logam berkualitas tinggi.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Geologi, Mineral dan Batubara (PPSDM Geominerba), Dwi Anggoro Ismukurniant.

“Saat ini, industri logam dan pertambangan membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan terlatih. Hal ini untuk mengelola proses-proses ini dengan aman dan efisien. Dan, sertifikasi adalah cara penting untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi dalam profesi ini,” ujar Dwi Anggoro dalam keterangannya dikutip, Minggu (7/4/2024) di Jakarta.

Dikatakannya, Kementerian ESDM melalui PPSDM Geominerba telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan PT Antam Tbk di Bandung, Kamis, (4/4/2024).

Baca Juga  Benarkah Program Hilirisasi Nikel Gagal dan Berantakan?

Selain program pelatihan, Kementerian ESDM juga bekerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan dan industri. Tujuannya untuk mengembangkan kurikulum dan program pendidikan vokasi di bidang pirometalurgi.

“Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh industri pertambangan,” tambah Dwi Anggoro.

Pemerintah optimis bahwa dengan berbagai upaya yang dilakukan, Indonesia mampu memiliki operator pirometalurgi yang kompeten dan handal untuk mendukung industri pertambangan nasional.

Hadir dalam penandatangan perjanjian kerja sama ini antara lain Direktur SDM PT ANTAM Tbk Achmad Ardianto, Koordinator Program, Evaluasi, dan Kerja Sama, Ade Hidayat.

Subkoordinator Program, Ambardi Sukmana, Subkoordinator Evaluasi, Fendra Nurpradana Putra, Sub Koordinator Kerja Sama, Abdul Majid, serta tamu undangan lainnya untuk ikut menyaksikan proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tersebut.

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life