Home » Ops, Penyaluran Bantuan Pangan Beras Disetop, Kenapa?

Ops, Penyaluran Bantuan Pangan Beras Disetop, Kenapa?

by Junita Ariani
2 minutes read
Kebijakan pemerintah yang jor-joran menyalurkan bansos beras diduga menjadi salah satu penyebab harga beras mahal dan stok langka di pasaran.

ESENSI.TV - JAKARTA

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan penyaluran bantuan pangan beras disetop sementara pada masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu). Penghentian sementara ini dilakukan agar proses Pemilu berjalan dengan tenang.

“Bantuan pangan beras akan dihentikan sementara untuk menghormati Pemilu dan pemuktahiran data. Sekali lagi, ini karena memang tidak ada politisasi bantuan pangan,” ungkap Kepala Bapanas Arief dalam keterangannya pada Rabu (7/2/2024) di Jakarta.

Dikatakannya, tanggal 8-9 Februari merupakan hari libur nasional dan 10 Februari hari terakhir kampanye. Lalu 11 sampai 13 Februari masa tenang Pemilu.

Sebagaimana diketahui, dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2022, masa kampanye Pemilu 2024 berakhir pada Sabtu 10 Februari. Setelahnya, ada masa tenang Pemilu yang berlangsung mulai Minggu 11 Februari sampai Selasa 13 Februari.

“Bapak Presiden juga sudah menyampaikan secara terpisah, kalau memang ini harus dihentikan sementara, ya memang harus dihentikan sementara. Sehingga tidak terjadi polemik bahwa bantuan pangan ini dipolitisasi,” jelasnya lagi.

Dikatakannya, bantuan pangan ini sangat diperlukan masyarakat dan memang sudah terencana sejak lama. Nanti setelah Pemilu, 15 Februari akan dimulai lagi penyalurannya bantuan pangan beras ini.

Berkaitan dengan itu, Bapanas telah bersurat kepada Perum Bulog yang menyampaikan demi mendukung terwujudnya kelancaran penyelenggaran Pemilu.

Dan, mempertimbangkan tahapan dan jadwal Pemilu yang ditetapkan oleh KPU, maka penyaluran bantuan pangan beras perlu dihentikan sementara. Dalam rentang waktu 8-14 Februari di seluruh wilayah.

Optimalkan Penyaluran

Kemudian, Bulog diminta mengoptimalkan penyaluran sebelum masa tenang dan pasca pemungutan suara. Serta mengkoordinasikan dengan dinas urusan pangan di tingkat provinsi dan kabupaten kota.

“Kami tegaskan kembali, bantuan pangan ini sebenarnya bukan hanya jelang pemilu. Bantuan pangan ini dilakukan pemerintah. Agenda juga tidak mengikuti agenda politik, tetapi memang sesuai dengan kebutuhan,” tegas Arief.

Baca Juga  UUD 1945 Akan Direvisi, DPD RI: Usul Presiden Kembali Dipilih MPR dan Anggota DPR Tidak Hanya Dari Parpol

Dikatakannya, program seperti ini memang sudah ada sejak dulu, hanya saat ini produk berasnya itu sangat baik dan hampir tidak ada komplain.

“Alhamdulillah karena Bulog sendiri sudah melakukan perbaikan. Bantuan pangan ini terlihat masif karena memang penugasan Bapanas kepada Bulog dan terus dikoordinasikan dengan sangat baik,” sebutnya.

Untuk diketahui, realisasi bantuan pangan beras sampai 6 Februari telah menyentuh angka 179.149.760 kilogram (kg). Rencananya program bantalan ekonomi masyarakat ini akan dilaksanakan sampai Juni mendatang.

Lebih lanjut, Kepala NFA Arief Prasetyo Adi turut mengatakan persiapan pihaknya bersama BUMN pangan dalam menyambut panen di Maret. Ia memastikan kesiapan BUMN pangan untuk berperan sebagai offtaker.

“Untuk persiapan panen bulan Maret, itu proyeksinya 3,51 juta ton beras. Kemudian jagung 1,9 juta ton. Kita siapkan MRMP (Modern Rice Milling Plant), CDC (Corn Drying Center), dryer (pengering), di on kan semua,” ujarnya.

Dikatakannya, pemerintah akan menjaga harga di tingkat petani supaya tidak jatuh. Misalnya beras, nanti kalau saat panen mulai meninggi lalu harga gabahnya masih Rp5.500 sampai Rp 6.000, itu cukup baik.

“Tapi kalau angkanya di bawah itu, maka pemerintah bisa dianggap tidak bisa mengelola kesejahteraan petani,” pungkasnya.

Kesejahteraan petani sendiri dapat dilihat dalam perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP). Khusus Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) berdasarkan historis data dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Mulai Oktober 2022 NTPP tercatat mulai berkembang melampaui angka 100. Terkini, NTPP di Januari 2024 berada di 116,16. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life