Home » Prestasi dan Harapan Masa Depan Atlet Indonesia

Prestasi dan Harapan Masa Depan Atlet Indonesia

by Administrator Esensi
7 minutes read

Prestasi Atlet-Atlet SEA Games Timnas U- 22 Indonesia tampak luar biasa dikala melawan Thailand pada laga final SEA Games 2023 Kamboja, Selasa( 16/ 5/ 2023) malam. Indonesia memenangkan laga dengan skor 5- 2 sekalian membenarkan diri bawa kembali medali emas. Hasil itu mengakhiri puasa medali emas sepanjang 32 tahun lamanya pada cabang sepak bola di ajang SEA Games.

Pertandingan berlangsung menegangkan dan seru. Laga wajib berlangsung sampai babak bonus 2 x 15 menit sehabis pada 90 menit waktu wajar skor sama kokoh 2- 2. Indonesia langsung berikan ancaman dikala umur pertandingan belum terdapat satu menit lewat Marselino. Ia bisa mencuri bola yang lebih dahulu dipahami pemain Thailand serta langsung menusuk pertahanan Thailand.

Thailand mengancam gawang Indonesia pada menit ke- 12. Teerasak yang tidak terjebak offside langsung bawa bola ke arah gawang sehabis menemukan umpan terobosan dari sisi kiri pertahanan Indonesia. Beruntung, Ernando sanggup menepis bola tendangan Teerasak.

Ramadan Sananto mencetak gol pada menit ke- 20 lewat skema lemparan ke dalam yang dicoba Dewangga. Bola menuju ke Sananta serta ia langsung menanduknya. Bola menjebol gawang Thailand sehabis laju bola berbelok seusai menimpa kaki pemain Thailand. Skor 1- 0 buat Indonesia.

Thailand menemukan peluang lewat skema serbuan balik dari sisi kanan pertahanan Indonesia pada menit 39. Tetapi, lini pertahanan Indonesia bisa membendungnya.

Kesempatan Emas Timnas Indonesia

Thailand menemukan kesempatan emas dari tendang leluasa pada menit ke- 45 sehabis pemain Indonesia melaksanakan pelanggaran. Beruntung, tendangan bisa dihalau pagar betis Indonesia.

Saat sebelum babak awal berakhir, Indonesia menghasilkan gol kedua. Bola yang ditendang ke pertahanan lawan disambut Sananta yang menemukan kawalan bek Thailand. Bola dilambungkan ke arah gawang. Kiper yang telah terletak di depan gawang tidak sanggup mengantisipasi serta berhasil. Skor berganti 2- 0 buat Indonesia.

Pada babak kedua Thailand tampak menggila. Thailand bisa memperkecil peran pada menit 64 lewat skema tendangan sudut. Anan menanduk bola serta langsung menghujam ke gawang Indonesia. Skor berganti jadi 2- 1, sedangkan Indonesia masih unggul.

Indonesia menemukan kesempatan dari tendangan leluasa pada menit 80. Tendangan Marselino menuju pas ke gawang Thailand. Tetapi, bola masih bisa ditepis kiper. Semenjak itu Indonesia terus melaksanakan tekanan. Jauhari menemukan kesempatan pada menit 84, namun tendangannya dari luar kotak penalti masih melambung.

Indonesia menemukan kesempatan emas pada menit 87. Dari serbuan balik, Witan yang berhadapan dengan kiper Thailand tidak bisa mengonversi kesempatan jadi gol. Wasit berikan waktu bonus 7 menit sehabis 90 menit waktu wajar habis. Saat sebelum babak kedua berakhir Thailand bisa berbagi angka menjadi 2- 2.

Akibat Bola Dipolitisir

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tegang tapi puas saat menyaksikan duel final sepakbola SEA Games 2023 antara Timnas U22 Indonesia vs Thailand. Melalui akun instagramnya @Jokowi, Presiden mengaku tegang menyaksikan pertandingan tersebut.

“Dari Medan, Sumatera Utara, saya menyaksikan perjuangan Tim Nasional Indonesia U-22 dengan tegang namun puas. Selamat, Garuda Muda!” tulis Jokowi dikutip Selasa, (16/5/2023).

Menurut Presiden perjuangan pemain sepakbola muda lndonesia di SEA Games 2023 Kamboja sangat luar biasa. Pertandingan berlangsung dramatis, yang diwarnai hujan kartu merah dan kartu kuning. “Gol-gol indah bahkan di detik-detik tambahan waktu, tersaji dalam 120 menit,” kata Presiden.

Seluruh rakyat Indonesia merayakan kemenangan ini. Medsos riuh dengan rasa bangga atas kemenangan ini. Bisa dibayangkan, hype nya akan jauh lebih besar bila perhelatannya merupakan Piala Dunia Umur 20 yang batal gara gara komentar ceroboh dua politisi PDI Perjuangan, Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. 

Akibat komentar yang membuat FIFA membatalkan acara Piala Dunia U 20 di Indonesia itu terbukti suara elektabilitas Ganjar yang diusung oleh PDI Perjuangan turun. Ganjar Dan Koster adalah party pooper atau orang yang merusak suasana kebahagiaan masyarakat Indonesia. 

Banyak netizen yang menyerbu akun Instagram milik Ganjar Pranowo @Ganjar_Pranowo untuk menyampaikan rasa kecewanya. Hal itu lantaran sikap Ganjar yang menolak Timnas Israel di Piala Dunia U-20 sehingga diduga berdampak pada status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. 

Tampak para netizen memenuhi kolom komentar pada unggahan video yang berisi kunjungan Ganjar ke Wisma Lansia Agape di Kota Semarang. Pada Kamis (20/3/2023), pukul 03.19 WIB, ada lebih dari 133.000 komentar pada unggahan tersebut. 

Kesejahteraan Atlet Memprihatinkan

Beberapa pemerintah memberikan perhatian yang tinggi terhadap kesejahteraan atlet dan telah mengimplementasikan berbagai program dan kebijakan untuk memastikan kesejahteraan mereka. Di sisi lain, ada juga negara-negara seperti Indonesia di mana perhatian terhadap kesejahteraan atlet mungkin kurang atau perlu ditingkatkan. Untuk itu paling tidak ada lima hal yang patut dilakukan untuk menyejahterakan para pejuang yang mengharumkan nama bangsa.

Pertama, Pembentukan badan pengelola: Pemerintah dapat membentuk badan pengelola olahraga yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan melindungi kepentingan atlet. Badan ini dapat memberikan dukungan finansial, akses ke perawatan kesehatan, dan bantuan dalam aspek-aspek lain yang terkait dengan kesejahteraan atlet.

Kedua, Pengaturan kontrak: Pemerintah dapat mengatur kontrak antara atlet dan klub/organisasi olahraga untuk melindungi hak dan kepentingan atlet. Hal ini dapat termasuk persyaratan minimum gaji, jaminan sosial, fasilitas pelatihan, dan perlindungan hukum bagi atlet.

Ketiga, Dukungan finansial: Pemerintah dapat memberikan dukungan finansial kepada atlet melalui program beasiswa, dana bantuan, atau subsidi. Ini dapat membantu atlet dalam membiayai latihan, kompetisi, peralatan, dan kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga  Para Dubes Negara Sahabat Sepakat Perkuat Hubungan Bilateral dengan Indonesia

Keempat, Asuransi kesehatan: Pemerintah dapat menyediakan asuransi kesehatan bagi atlet untuk melindungi mereka dari risiko cedera dan penyakit. Asuransi kesehatan yang memadai dapat memberikan akses ke perawatan medis yang baik dan mengurangi beban finansial bagi atlet.

Kelima, Pendukung karir dan pensiun: Pemerintah dapat membantu atlet dalam mempersiapkan karir mereka setelah pensiun dari dunia olahraga. Ini bisa dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan, serta kemitraan dengan sektor swasta untuk memfasilitasi transisi atlet ke dunia kerja. Program pensiun yang adil dan layanan konseling juga penting bagi atlet yang pensiun.

Kesejahteraan atlet juga melibatkan faktor-faktor seperti fasilitas olahraga yang memadai, pembinaan bakat yang baik, perlindungan terhadap doping, dan kesempatan untuk berpartisipasi dalam kompetisi internasional. Dari kelima langkah itu, pemerintah sudah membentuk organisasi seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Namun peran KONI sejauh ini masih jauh dari harapan.

Sejarah SEA GAMES

Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) adalah ajang olahraga regional yang mempertemukan atlet dari negara-negara di Asia Tenggara. SEA Games, yang sebelumnya dikenal sebagai Southeast Asian Peninsular Games (SEAP Games), pertama kali diadakan pada tahun 1959 di Bangkok, Thailand. Sejak itu, SEA Games telah menjadi ajang yang sangat dinantikan dan memiliki sejarah yang kaya.

Pendirian SEA Games berawal dari ide Dr. H. Mohd. Toha, seorang tokoh olahraga Indonesia. Pada tahun 1958, ia mengusulkan ide penyelenggaraan pertandingan olahraga untuk negara-negara Asia Tenggara dengan tujuan mempererat persahabatan antarbangsa dan mengembangkan olahraga di kawasan ini. Usulan tersebut disambut baik oleh negara-negara tetangga, dan SEA Games pertama pun dilangsungkan pada tahun 1959.

SEA Games pertama di Bangkok diikuti oleh tujuh negara, yaitu Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Burma (sekarang Myanmar). Total ada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan dalam acara tersebut. Indonesia menjadi juara umum pada SEA Games pertama dengan meraih 11 medali emas.

Seiring berjalannya waktu, SEA Games berkembang baik dalam hal jumlah negara peserta maupun cabang olahraga yang dipertandingkan. Lebih banyak negara di kawasan Asia Tenggara memutuskan untuk bergabung, termasuk Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, dan Timor Leste. Jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan pun bertambah dari waktu ke waktu.

Selain menjadi ajang olahraga, SEA Games juga menjadi platform penting untuk mempererat hubungan antarnegara dan mempromosikan budaya serta keragaman di Asia Tenggara. Dalam setiap edisinya, acara ini diisi dengan upacara pembukaan yang spektakuler, pertunjukan budaya, dan berbagai kegiatan sosial dan kebudayaan lainnya.

Prestasi Atlet-Atlet SEA Games

Prestasi atlet-atlet SEA Games juga patut di acungi jempol. Banyak atlet Asia Tenggara yang telah mencapai keberhasilan di tingkat internasional setelah berkompetisi di SEA Games. Mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan semangat olahraga.

SEA Games telah melalui perubahan dan penyesuaian sepanjang sejarahnya. Pada tahun 1977, SEA Games mulai diadakan setiap dua tahun sekali, dan kemudian menjadi acara yang diadakan setiap empat tahun, bergantian dengan Asian Games. Hal ini memungkinkan waktu yang lebih cukup bagi negara tuan rumah untuk mempersiapkan acara dan fasilitas yang diperlukan.

Pada tahun 2019, Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games) ke-30 diselenggarakan di Filipina. SEA Games 2019 diadakan dari 30 November hingga 11 Desember di berbagai kota di Filipina, termasuk Manila, Clark, Subic, Batangas, La Union, dan Capas. Acara ini melibatkan lebih dari 8.000 atlet dari 11 negara anggota SEA Games, yaitu Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.

Pemenangnya adalah tuan rumah, disusul Thailand dan Indonesia di urutan ketiga. Filipina, sebagai tuan rumah SEA Games, mempersiapkan infrastruktur yang baik, fasilitas olahraga yang modern, serta berbagai upacara pembukaan dan penutupan yang megah. SEA Games 2019 diawali dengan upacara pembukaan yang penuh warna di Stadion Nasional Filipina, dengan penampilan budaya dan artistik yang memukau.

Apresiasi Acara SEA Games 2019

SEA Games 2019 menampilkan lebih dari 50 cabang olahraga yang dipertandingkan, termasuk olahraga tradisional Asia Tenggara dan olahraga internasional seperti atletik, renang, sepak bola, bulu tangkis, bola voli, tenis, tinju, dan masih banyak lagi. Cabang olahraga baru yang ditambahkan dalam edisi ini adalah e-sports, seni bela diri, dan seni bela diri campuran.

Filipina berhasil menyelenggarakan SEA Games 2019 dengan sukses. Mereka menyajikan fasilitas yang memadai, pengaturan pertandingan yang baik, dan pelayanan yang ramah kepada para atlet dan tamu internasional. Selain itu, Filipina juga menampilkan kekayaan budaya dan keragaman seni dalam berbagai acara pendukung, termasuk festival makanan, konser musik, dan pameran seni.

Prestasi atlet dalam SEA Games 2019 juga patut diapresiasi. Atlet-atlet dari seluruh negara berjuang dengan gigih untuk meraih medali emas dan mengharumkan negaranya. Beberapa atlet berhasil mencatatkan prestasi luar biasa, memecahkan rekor SEA Games, dan membawa pulang medali emas untuk negara mereka.

Selain persaingan olahraga yang ketat, SEA Games 2019 juga menjadi wadah bagi atlet untuk saling bertukar pengalaman, membangun persahabatan, dan memperluas jaringan sosial di kawasan Asia Tenggara. Semangat persatuan dan kerjasama antar-negara menjadi tema yang sangat kental dalam acara ini, mencerminkan semangat dan nilai-nilai di kawasan Asia Tenggara.

Writer: Steven Kurnia

Editor: Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life