Home » Sejarah dan Tokoh Hari Arsitekur Indonesia yang Diperingati Setiap 18 Maret

Sejarah dan Tokoh Hari Arsitekur Indonesia yang Diperingati Setiap 18 Maret

by Junita Ariani
3 minutes read
Ilustrasi Kota Jakarta. Foto: Ist

ESENSI.TV - JAKARTA

Tanggal 18 Maret 2022 ternyata diperingati sebagai Hari Arsitektur Indonesia. Momen ini dibuat pastinya untuk megenang orang-orang yang telah berjasa pada bidang arsitektur.

Arsitektur kini menjadi salah satu indikator yang menunjukkan perubahan zaman. Berbagai bangunan megah dan unik bermunculan. Bahkan sejak zaman dulu telah berdiri banguan-bangunan bersejarah dengan disain arsitekur yang luar biasa.

Ada juga yang dipengaruhi oleh berbagai macam budaya luar sesuai dengan perjalanan sejarah Indonesia. Seperti pengaruh Hindu-Budha hingga Eropa.

Di Indonesia ada sejumlah tokoh  dalam pembangunan di Tanah Air. Beberapa nama arsitektur terkenal di Indonesia ada Ciputra yang suskes membangun Jaya Grup.

Ada Fredich S Silaban yang berperan dalam membangun tugu monumen nasonal atau Monas, hingga Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat.

Sejarah penetapan Hari Arsitektur Indonesia pada tanggal 18 Maret ini telah tercatat di Perpusnas, sebagai salah satu tanggal penting.

Meski begitu, sejarah arsitektur di Indonesia tak bisa lepas dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) yang didirikan di Bandung pada tanggal 17 September 1959.

Pendiri IAI

Dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (18/3/2023), ada tiga orang arsitek senior yang menjadi pendiri IAI, yaitu F Silaban, Mohammad Soesilo, dan Lim Bwan Tjie.

Kemudian ada 18 arsitek muda lulusan pertama Jurusan Arsitektur ITB tahun 1958 dan tahun 1959.

Tujuan, cita-cita, konsep Anggaran Dasar dan dasar-dasar pendirian persatuan arsitek murni tertuang dalam okumen pendirian berjudul “Menuju Dunia Arsitektur Indonesia yang Sehat”.

Menurut laman IAI DKI Jakarta, yang dikutip dari tirto.di,  IAI dibuat oleh keyakinan bahwa persatuan yang erat antara arsitek murni dapat mempertinggi mutu arsitektur di Indonesia.

Adapun maksud pendirian IAI di antaranya, melakukan kerja sama dengan berbagai pihak termasuk masyarakat pengguna arsitek. Meningkatkan hak dan tanggung jawab arsitek serta memelihara rasa tanggung jawab para arsitek dalam melakukan tugasnya.

Awal kehidupan organisasi IAI penuh dengan perjuangan. Dunia industri konstruksi dan kehidupan profesionalisme belum memungkinkan untuk berkembang.

Sistim imbalan jasa (honorarium) arsitek belum ditetapkan. Kehidupan ekonomi dan politik yang jauh dari stabil, inflasi yang melonjak, kegiatan pembangunan swasta yang menurun drastis. Semuanya itu berdampak pula pada kegiatan kepengurusan.

Sosok Arsitek

Dilansir dari laman display.ub.ac.id, berikut beberapa sosok arsitek inspiratif Indonesia yang perlu diketahui:

1. Frederich Silaban

Baca Juga  Inilah 4 Peristiwa Penting di Tanggal 10 Maret, Ada Hari Ginjal Internasional

Salah satu sosok arsitek inspiratif yang turut berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui karyanya, tidak lain adalah Frederich Silaban.

Frederich Silaban adalah orang yang memenangkan sayembara desain maket untuk Masjid Istiqlal yang diselenggarakan oleh Presiden Soekarno. Bukan hanya di dalam negeri, karya-karyanya juga terkenal dan mendapat banyak penghargaan di luar negeri.

2. Ridwan Kamil

Gubernur Jawa Barat ini termasuk salah satu sosok arsitektur inspiratif yang dimiliki Indonesia. Salah satu karya rancangannya yang populer adalah Museum Tsunami Aceh yang mempunyai unsur filosofis di dalamnya.

Ridwan Kamil juga menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan penghargaan Urban Leadership Award dari University of Pennsylvania.

3. YB Mangunwijaya

Sosok arsitek Indonesia inspiratif lainnya yaitu YB Mangunwijaya. Ia disebut sebagai Bapak Arsitektur Modern Indonesia. Ia bahkan mendapatkan penghargaan Aga Khan Award for Architecture untuk rancangan permukiman tepi Kali Code, Yogyakarta.

4. Soejodi Wirjoatmodjo

Soejodi Wirjoatmodjo juga turut menjadi salah satu sosok inspiratif dunia arsitek kebanggaan Indonesia. Dalam hal ini, Soejodi berperan dalam pembangunan dan perancangan masterplan tata kota di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu karyanya yang populer adalah Gedung MPR/DPR RI yang berada di Senayan.

Itulah tadi beberapa sosok arsitektur inspiratif yang perlu diberi penghargaan pada peristiwa 18 Maret, Hari Arsitektur Nasional.

IAI Jakarta

Sejarah perkembangan terbentuknya cabang pertama IAI yaitu IAI DKI Jakarta. Itu tidak terlepas pada keinginan pemindahan kantor IAI pusat dari Bandung ke Jakarta.

Keinginan ini di prakarsai antara lain oleh arsitek Hatmadi Pinandoyo, Azhar, Soenaryo Sosro, Han Awal, Adhi Moersid, dan arsitek Darmawan Prawirohardjo Prawirohardjo.

Akhirnya IAI DKI Jakarta berdiri secara resmi pada tanggal 4 Februari 1969 dan menetapkan arsitek Hatmadi Pinandoyo sebagai Ketua dan arsitek Azhar sebagai Sekretaris.

Pada Kongres pertama IAI yang di selenggarakan Pengurus Nasional IAI dan IAI DKI Jakarta sebagai panitia pelaksana.

Kongres yang diadakan di Gedung Budi Utomo (ex Stovia) di Jakarta yang historis, akhirnya memilih Darmawan Prawirohardjo sebegai Ketua Umum Pengurus Nasional IAI.

Kemudian kantor pusat IAI di Bandung secara resmi pindah ke Jakarta pada tahun 1974.

Itulah tadi sejarah singkat dan tokoh-tokoh arstitek yang ada di tanah air. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life