Home » Wamendag Dorong Peningkatan PLK Sebagai Alternatif Pemasaran Komoditas

Wamendag Dorong Peningkatan PLK Sebagai Alternatif Pemasaran Komoditas

by Administrator Esensi
2 minutes read
Wamendag Membuka Bulan Literasi SRG dan PLK 2023

ESENSI.TV - JAKARTA

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga menyatakan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan terus memperluas transformasi informasi terkait fungsi dan manfaat Sistem Resi Gudang (SRG) serta Pasar Lelang Komoditas (PLK).

Diharapkan akan semakin banyak pengelola gudang SRG dan penyelenggara PLK yang akan muncul. Selain itu, semakin banyak masyarakat dapat menerima manfaat dari adanya SRG dan PLK.

“Tentunya menjadi harapan kita bersama akan lebih banyak penyelenggara PLK yang tumbuh dan memberikan alternatif akses pemasaran komoditas yang berkeadilan serta memberikan kontribusi positif kepada kenaikan taraf hidup petani dan masyarat, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif pada perekonomian negara ini,” ujar Wamendag Jerry, di Subang, Selasa (23/5/2023).

Menurutnya, pemerintah memberikan dukungan untuk meningkatkan pemasaran komoditas melalui mekanisme PLK. Ini agar sektor hilir perdagangan komoditas semakin berkembang dan menguntungkan petani dan para produsen komoditas.

Penetapan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2022 Tentang Penataan, Pembinaan, dan Pengembangan Pasar Lelang Komoditas memberikan dasar hukum yang lebih kuat bagi pemerintah untuk menguatkan penyelenggara PLK dalam menjalankan kegiatannya.

Penerbitan Resi Gudang Semakin Atraktif

Data Kemendag mencatat, penerbitan Subsidi Resi Gudang di Indonesia pada 2022 mencapai Rp1,27 triliun. Disertai dengan pembiayaan sebesar Rp823 miliar atau meningkat hingga 147 persen dibanding pada 2021 sebesar Rp357 miliar.

Hal ini menunjukkan, penggunaan SRG sebagai instrumen perdagangan dan pembiayaan semakin diminati dan berkembang.

Pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 187/PMK.05/2021 tentang Skema Subsidi Resi Gudang (SSRG) yang merupakan pembaruan Peraturan Menteri Kuangan Nomor 171/PMK.05/2009 tentang Skema Subsidi Resi Gudang.

Baca Juga  Gen Z dan Milenial Inginkan Capres Jujur dan Anti-Korupsi, Citra Merakyat dan Sederhana Tak Lagi Disukai

“SRG di Indonesia adalah program prioritas nasional yang telah dibangun sejak 2006. Dengan SRG, komoditas yang dimiliki pemilik barang dapat digunakan sebagai agunan untuk memperoleh pembiayaan tanpa perlu adanya agunan lain. Akses pembiayaan dapat digunakan pelaku usaha komoditas mulai dari hulu hingga hilir. Pembiayaan yang diberikan tentunya dapat membantu likuiditas, baik untuk memperoleh harga yang lebih baik maupun meningkatkan skala usahanya,” tegas Wamendag Jerry.

Peran SRG dalam Perdagangan Komoditas

Jerry juga menerangkan, SRG dapat melibatkan seluruh komponen dalam perdagangan komoditi. Mulai dari hulu sampai dengan hilir. Mulai dari petani produsen yang terletak di pedesaan, jaringan perdagangan antar pulau, hingga kebutuhan ekspor ke luar negeri.

Untuk mendorong perluasan implementasi SRG ini pemerintah telah membangun gudang-gudang SRG beserta sarananya. Pembangunan ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di daerah-daerah sentra produksi dalam mendukung pelaksanaan SRG.

Ia berharap, pengelola gudang dan gudang SRG yang telah dibangun dapat menjadi stimulan pertumbuhan pengelola gudang dan gudang berbasis SRG.

“Dengan semakin banyaknya pengelola gudang dan gudang SRG yang beroperasi, akan semakin memperluas cakupan daerah dan pelaku usaha yang dapat menggunakan SRG sebagai sarana tunda jual dan pembiayaan. Sehingga memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Selain itu, SRG diharapkan dapat berkontribusi maksimal dalam ketersediaan pangan di dalam negeri dan penguatan ekspor Indonesia,” jelas Wamendag Jerry.

 

Editor: Darma Lubis

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life