Home » Anak Anggota DPR RI GRT Jadi Tersangka Kasus Kematian Dini Sera, Begini Kronologisnya

Anak Anggota DPR RI GRT Jadi Tersangka Kasus Kematian Dini Sera, Begini Kronologisnya

by Erna Sari Ulina Girsang
1 minutes read
Tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur menunjukkan barang bukti kasus GRT yang diduga anak anggota DPR RI, atas kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia pada korban Dini Sera Afrianti. Foto: Polri

Tim penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, telah menangkap seorang pelaku inisial GRT yang diduga anak anggota DPR-RI atas kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia pada korban Dini Sera Afrianti, berusia 29 tahun.

Peristiwa meninggalnya wanita asal Sukabumi tersebut, bermula saat Dini diajak oleh Ronald ke Blackhole KTV di Jalan Mayjen Jonosewojo, Surabaya, pada Selasa malam (3/10/2023). Diduga mereka cekcok.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce, pelaku pembunuhan wanita di sebuah Apartemen Surabaya Barat, sebelum korban mengalami fase kritis atau tidak sadarkan diri.

“Dari hasil penyelidikan melalui rekaman Camera Closed Circuit Television (CCTV) dan keterangan dokter, penganiayaan dimulai dari Blackhole KTV.

Dini Sera dipukul juga menggunakan botol minuman jenis Tequila sebanyak dua kali di bagian belakang,” ungkap Pasma.

“Setelah itu di lorong juga terlibat cek cok. Ada satpam yang melihatnya,” ujar Pasma, Jumat (06/10/2023).

Pasma mengungkapkan Setelah cekcok di lorong Blackhole KTV, Dini dan GRT menuju basement parkiran Lenmarc.

Baca Juga  KPK Lanjutkan Penggeledahan Rumah Dinas Mentan Syahrul Yasin Limpo

Dini lantas bersandar ke pintu depan sebelah kiri dari mobil Kijang Innova milik GRT.

Sedangkan GRT sudah berada di kursi kemudi hendak menjalankan mobilnya. Karena bersandar terlalu lama dan diikuti emosi, ia memacu mobilnya.

Hal itu membuat Dini terjatuh dan terseret hingga 5 meter. Selain itu, tubuh bagian kanan Dini juga terlindas oleh mobil.

“Mendapati hal itu, korban lalu dimasukan ke bagasi mobil di bagian belakang,” imbuh Pasma.

GRT lantas membawa korban ke apartemen. Disana, korban sudah dinaikan ke kursi roda oleh security.

Saat itu kondisi Dini Sera masih hidup namun lemas. GRT sempat memberikan nafas buatan.

Karena kondisi Dini kian memburuk, Ronald membawa ke National Hospital (NH).

“Korban dinyatakan tewas sekitar pukul 02.32 WIB,” pungkas Pasma.*

Email: ernasariulinagirsang@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

#beritaviral
#beriterkini

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life