Home » Keren! Pertamina-Garuda Indonesia Sukses Uji Terbang Pakai Bioavtur

Keren! Pertamina-Garuda Indonesia Sukses Uji Terbang Pakai Bioavtur

by Junita Ariani
2 minutes read
Para tamu undangan berfoto di depan pesawat Boeing 737-800 yang akan melakukan uji coba terbang menggunakan Bioavtur j2.4 menuju Pelabuhan Ratu. Tangerang, Banten.

Pertamina dan Garuda Indonesia berhasil melakukan uji terbang pertama menggunakan bahan bakar ramah lingkungan Sustainable Aviation Fuel (SAF).

Uji terbang tersebut dilaksanakan di hanggar 4 Garuda Maintenance Facility AeroAsia, kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Rabu (4/10/2023) lalu.

SAF diuji dengan tahapan ground round dan flight test pada pesawat komersial Boeing 737-800 NG dengan nomor registrasi PK-GFX, milik maskapai Garuda Indonesia.

Uji terbang dilakukan selama satu jam, dengan melintasi area udara Pelabuhan Ratu. Kemudian pesawat kembali terbang dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dari hasil uji terbang tersebut, Tim Peneliti PT LAPI ITB menyampaikan bahwa SAF dengan jenis Bioavtur J2.4 menunjukkan respon pesawat baik dan terkendali. Pada tipe pesawat Boeing 737-800.

Dengan hasil yang menggembirakan tersebut, Pertamina dan Garuda Indonesia siap melanjutkan sinergi BUMN ini ke tahap selanjutnya. Yaitu rencana penggunaan SAF dalam penerbangan komersial Garuda Indonesia.

“Ini adalah milestone yang sudah kita tunggu-tunggu,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam siaran pers, Selasa (10/10/2023) di Jakarta.

Irfan menyampaikan, ke depannya misi kolaboratif antara Pertamina dan Garuda Indonesia akan terus dilanjutkan. Terutama dalam menorehkan sejarah baru pada industri aviasi nasional melalui langkah penerapan SAF pada penerbangan komersial Indonesia.

“Dengan hasil tersebut, Garuda Indonesia siap menjajaki penggunaan SAF tersebut pada lini operasional penerbangan komersial,” jelasnya.

Kesiapan tersebut kata Irfan, akan diselaraskan dengan kajian implementasi SAF secara komprehensif. Terhadap kesiapan sektor korporasi dalam mengadaptasi penggunaan energi terbarukan ini khususnya pada lini penerbangan komersial.

Baca Juga  Cari Polisi Teladan, Polri Gelar Hoegeng Awards, Berikut Mekanisme Seleksi

SAF Miliki Banyak Keunggulan

Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Pertamina berupaya untuk mengembangkan bahan bakar hijau. Salah satunya dengan memproduksi SAF untuk industri aviasi Indonesia.

“Produk SAF merupakan hasil inovasi lintas fungsi dan subholding Pertamina. Ini merupakan bukti berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam pengembangan renewable fuel. Khususnya bahan bakar pesawat terbang,” ungkap Nicke.

Nicke menjelaskan, Pertamina memproduksi SAF pada fasilitas Green Refinery PT Kilang Pertamina Internasional. Yaitu Kilang Cilacap dengan menggunakan metode co-processing ester dan fatty acid (HEFA).

SAF memiliki banyak keunggulan salah satunya emisi yang lebih rendah dibandingkan fossil fuel. Nantinya SAF akan dipasarkan melalui PT Pertamina Patra Niaga untuk industri aviasi Indonesia.

“Keberhasilan Pertamina memproduksi SAF menjadi yang pertama di Regional Asia Tenggara. Harapannya SAF bisa dapat segera dipasarkan sebagai tonggak utama pengembangan green energy di Indonesia. Dan, berkontribusi pada program dekarbonisasi,” lanjut Nicke.

Keberhasilan ini merupakan kerja keras bersama dengan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan. Kemudian ITB, APROBI, BPDPKS, LEMIGAS, BRIN serta para anak usaha Pertamina dan Garuda Indonesia.

SAF dikembangkan sebagai salah satu upaya menjalankan program transisi energi sekaligus untuk mencapai target NZE 2060. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life