Home » Peringati Hari Pangan Sedunia, NFA Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

Peringati Hari Pangan Sedunia, NFA Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

by Junita Ariani
2 minutes read
Memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) tiap tanggal 16 Oktober, Badan Pangan Nasionalmenyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Nasional

Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) yang jatuh pada tanggal 16 Oktober, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Gerakan Pangan Murah dilakukan serentak secara Nasional di 421 titik di 38 provinsi dan 262 kabupaten/kota. Gerakan tersebut diluncurkan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi di kantor NFA, Jakarta, Senin (16/10/2023).

“Ini berarti tim Bapak Mendagri, semuanya telah bekerja keras di masing-masing daerah. Memang perintah Bapak Presiden Joko Widodo agar terus lakukan GPM secara masif dan terus menerus,” ujar Arief.

Arief memaparkan langkah-langkah intervensi pemerintah dalam upaya Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Terutama terhadap komoditas pangan yang mulai bergejolak.

Dikatakannya, sesuai yang disampaikan Plt Kepala BPS ada 3 komoditas pangan yang perlu ada segera penanganan. Pertama beras.

“Kita saat ini tengah menyalurkan 640 ribu ton bantuan pangan beras kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dan ini harus selesai dalam 3 bulan (Oktober-November),” jelasnya.

Lalu beras SPHP digelontorkan ke seluruh Indonesia, pasar ritel, pasar tradisional sampai Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

“Bapak Presiden juga baru memerintahkan kita untuk menyalurkan beras komersial 200 ribu ton melalui penggiling padi,” beber Arief.

Kedua, mengenai gula konsumsi. Realisasi impor gula hanya 26 persen, sehingga yang memegang kuota impor, harus segera ada realisasi. Termasuk BUMN, RNI, dan PTPN. Importasi bukan cuma harga tetapi pemenuhan stok.

Baca Juga  Kenaikan Harga Beras Makin Tak Terkendali, Kapan Turunnya Nih?

Ketiga, terkait cabai rawit.

“Kita akan koordinasikan daerah-daerah yang sentra produksi dan mempunyai surplus stok. Lalu kita segera distribusikan ke daerah-daerah yang minus. Untuk biaya Fasilitasi Distribusi Pangan tersebut dari NFA, dan juga pemerintah daerah bisa menggunakan Biaya Tidak Terduga (BTT),” ungkap Arief.

Gunakan Anggaran Pusat

GPM Serentak Nasional menggunakan anggaran pusat dan dana dekonsentrasi NFA yang dialokasikan ke seluruh provinsi. Ia menekankan seluruh pihak melaksanakan optimalisasi pemanfaatan anggaran tersebut.

Untuk diketahui, GPM Serentak Nasional yang dimulai hari ini akan dihelat pada total 421 titik lokasi di 38 provinsi dan tersebar di 262 kabupaten/kota.

GPM dilaksanakan sampai akhir Oktober 2023 dengan melibatkan dinas yang menangani urusan pangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Bersinergi dengan Bulog dan BUMN Pangan, asosiasi, dan pelaku usaha pangan lainnya.

Dalam peluncuran GPM Serentak Nasional ini turut hadir antara lain Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Isy Karim. Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin.  *

#beritaviral

#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life