Home » Pupuk Petrokimia Gresik Berteknologi Nano akan Diluncurkan Tepat di HUT ke-51

Pupuk Petrokimia Gresik Berteknologi Nano akan Diluncurkan Tepat di HUT ke-51

by Junita Ariani
2 minutes read
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, program "Smart Precision Farming" kepada Mentan SYL.

ESENSI.TV - GRESIK

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meninjau kesiapan program “Smart Precision Farming” yang digagas Petrokimia Gresik. Program ini untuk mempersiapkan masa depan pertanian Indonesia, di Gresik, Jawa Timur.

Mentan  menyampaikan bahwa pertanian adalah sumber daya yang saat ini paling siap untuk mendukung negara semakin kokoh, kuat, dan sejahtera.

Apalagi pertanian juga bersentuhan langsung dengan masyarakat yang dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian beserta sektor lain.

“Kalau begitu Petrokimia Gresik menjadi sangat penting bagi Republik ini. Petrokimia Gresik menjadi kekuatan yang utama. Tapi kita tidak bisa bertani seperti kemarin, tertinggal banget. Ongkosnya bisa mahal, hasilnya sederhana,”  jelas Mentan dalam arahannya, Selasa (30/5/2023) malam.

Mentan mengatakan, Petrokimia tidak boleh kalah dengan yang lain.

“Kalau secara nasional iya (maju, Red), tapi kita juga harus lihat bagaimana majunya Thailand, bagaimana majunya India. Beruntung kita hari ini melihat Smart Precision Farming,” jelas Menteri SYL.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo menjelaskan, program “Smart Precision Farming” akan dijalankan dengan mengembangkan teknologi baru.

Seperti penggunaan produk pupuk dengan teknologi nano, serta pemanfaatan drone untuk pemupukan maupun pemantauan pertumbuhan tanaman.

Pupuk Petrokimia Gresik berteknologi nano ini kata Dwi, akan menjadi yang pertama diproduksi oleh produsen pupuk Indonesia.

“Pupuk ini akan kami luncurkan di hari ulang tahun ke-51 Petrokimia Gresik dan memiliki sejumlah kelebihan. Diantaranya pengaplikasian yang jauh lebih efektif dan efisien,” jelas Dwi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/6/2023).

Sedangkan Smart Precision Farming akan terus dikembangkan dan persiapkan dengan baik agar dapat
segera terimplementasi.

Baca Juga  Indonesia Melawan Penjajahan Gaya Baru

Dikatakan Dwi, pupuk dengan teknologi nano ini nantinya akan diaplikasikan ke lahan pertanian dengan menggunakan drone. Dan, beberapa waktu lalu telah di uji coba oleh Petrokimia Gresik.

Manfaat Penggunaan Drone

Pemanfaatan drone untuk pemupukan akan menghemat biaya produksi bagi petani. Di mana salah satu item cost yang mahal dalam budidaya pertanian adalah tenaga kerja.

Sedangkan drone cukup dioperasikan oleh satu orang, dan bisa menjangkau hingga 20 hektare lahan setiap harinya. Drone ini telah dilengkapi dengan alat pendeteksi kondisi tanaman.

Jika ada tanaman yang kekurangan pupuk maka akan melakukan penambahan dosis pupuk sesuai
kebutuhan. Sebaliknya, jika tanaman sudah subur maka dosis pupuknya juga akan dikurangi, sehingga pemupukannya lebih presisi.

Dikatakan Dwi, Petrokimia Gresik saat ini memiliki dua drone, dan akan ada penambahan sampai 100 unit drone.

“Harapannya nanti di setiap area ada skuadron drone yang kerjanya melengkapi Mobil Uji Tanah (MUT) Petrokimia Gresik dan keliling ke seluru Indonesia,” ujar Dwi.

Selian itu, drone ini juga bisa meng-capture geospasial sehingga bisa melihat kondisi tanaman yang dibudidaya. Apakah tumbuh subur atau sebaliknya.

Hasil capture ini, lanjut Dwi, juga dapat dikoneksikan dengan satelit. Sehingga scale up-nya bisa dimanfaatkan
untuk pertanian Indonesia.

Di mana hasil capture ini dapat memberikan data luas tanam yang ada di negara ini.

“Ini adalah angin segar bagi sektor pertanian Indonesia yang harus terus kita dorong dengan kemajuan teknologi,” pungkasnya. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life