Home » Seluruh Forkopimda Humbahas Diminta Waspadai Hujan yang Masih Berpotensi Terjadi

Seluruh Forkopimda Humbahas Diminta Waspadai Hujan yang Masih Berpotensi Terjadi

by Junita Ariani
2 minutes read
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kemeja dan rompi hijau) memberikan arahan dalam Rakor Penanganan Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kecamatan Baktiraja, Humbahas di Kantor Bupati Humbahas, Senin (4/12/2023).

ESENSI.TV - HUMBAHAS, SUMUT

Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Letjen TNI Suharyanto, mewanti-wanti segenap unsur forkopimda Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) agar tetap waspada.

Hal ini terkait adanya prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebut bahwa hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih berpotensi terjadi sampai sepekan ke depan.

Hal itu disampaikan Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir Bandang dan Tanah Longsor di Kecamatan Baktiraja di Kantor Bupati Humbahas, Sumatera Utara, Senin (4/12/2023).

“Kita harus meningkatkan kewaspadaan. Jadi tolong disampaikan ke kepala desa, camat, babinsa, bhabinkamtibmas, polsek dan seterusnya,” jelas Suharyanto.

Dalam rakor itu, Kepala BNPB memberikan pesan mitigasi dan kesiapsiagaan. Apabila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi dalam durasi lebih dari satu jam, masyarakat agar segera evakuasi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah zona merah maupun di lereng tebing. Menurut catatan Suharyanto, dari rentetan kejadian yang memakan korban disebabkan masyarakat tidak atau terlambat melakukan evakuasi. Saat terjadi hujan intensitas tinggi dalam durasi cukup lama.

“Jika terjadi hujan lebat dengan durasi lebih dari satu jam, masyarakat yang tinggal di lahan kritis di lereng tebing harus diungsikan. Karena rata-rata korban terjadi karena masyarakat di lokasi rawan longsor tetap di rumah pada saat hujan deras. Kemudian longsor. Itu itungannya detik, jadi sangat cepat” kata Suharyanto.

Baca Juga  Banjir Setinggi 30-100 Cm Rendam 3.458 Unit Rumah di Bireuen

Selamatkan Warga dari Banjir Bandang

Ia mencontohkan kisah sukses seorang kepala desa di Nusa Tenggara Timur yang berhasil menyelamatkan warganya dari petaka banjir bandang.

Kepala desa itu menurut cerita Suharyanto, mengajak warganya yang tinggal di daerah rawan bencana untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman sebelum banjir bandang terjadi.

“Begitu hujan satu jam dia keluar pakai payung dan jas hujan lalu diketok itu rumah-rumah masyarakat meminta mereka mengungsi ke daerah yang aman. Betul itu. Tidak ada satu jam banjir bandang datang. Kemudian tidak ada korban dan semua selamat,’ tambah Suharyanto.

“Kurang dari satu jam, air bah datang dan menggulung semua yang ada. Permukiman masyarakat rusak parah, namun tidak satupun warga menjadi korban,” jelasnya.

Hal ini dapat dijadikan teladan bagi seluruh aparatur negara, seperti para peserta rapat yang hadir di Kantor Bupati Humbahashari ini, Senin (4,/12/2023).

Kepala BNPB juga memotivasi seluruh peserta rapat yang hadir untuk meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Sebab, hal itu sudah menjadi kewajiban seluruh aparatur negara yang disumpah berdasarkan kepercayaan dan undang-undang yang berlaku di Indonesia.

“Itu tugas kita. Kita sebagai aparat negara ketika mau lebih bersusah payah dan keluar dari zona nyaman, maka semua masyarakat bisa diselamatkan,” tegas Suharyanto. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life