Home » Udara Buruk Imbas Karhutla, Pemkot Pekanbaru Imbau Tak Keluar Rumah

Udara Buruk Imbas Karhutla, Pemkot Pekanbaru Imbau Tak Keluar Rumah

by Addinda Zen
2 minutes read
Ilustrasi kebakaran hutan. Foto: BMKG

Hampir satu pekan, kualitan udara di Pekanbaru, Riau memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langit di wilayah ini terlihat kelabu dan berkabut sepanjang hari. Masyarakat khawatir kualitas udara ini mempengaruhi kesehatan pernapasan, khususnya bagi anak-anak.

Pemerintah Kota Pekanbaru telah mengeluarkan surat edaran berisi imbauan terkait hal ini. Dalam surat edaran diimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Apabila ada kegiatan di luar ruangan, masyarakat diimbau menggunakan masker untuk mengurangi potensi gangguan pernapasan ISPA. Pemkot Pekanbaru menyatakan akan mengambil langkah yang diperlukan jika udara tidak kunjung membaik.

Penjabat Wali Kota Pekanbaru, Muflihun menyebut, ada kemungkinan peserta didik diminta belajar di rumah jika asap semakin memburuk.

“Kalau untuk pendidikan, kalau lebih parah asapnya, kita liburkan anak sekolah,” ujarnya, dikutip dari ANTARA.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Ramlan Djambak menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di beberapa kabupaten Riau, wilayah Jambi, hingga Sumatera Selatan. Asap dari karhutla di wilayah-wilayah ini juga bergerak ke Pekanbaru. Curah hujan yang minim juga menjadi salah satu pengaruh memburuknya kualitas udara Pekanbaru.

“Beberapa hari ini Riau memang terjadi kabut asap akibat kebakaran yang terjadi di beberapa wilayah di Pelalawan, Inhu,” ujar Ramlan.

Ramlan menambahkan, jarak pandang atau visibilitas masih di atas 3 kilometer. Jarak pandang ini dinilai masih aman untuk ‘take off’ dan ‘landing’.

“Sejauh ini masih aman untuk ‘take off’ and ‘landing’. Bila ‘visibility’ kurang dari 1 km tidak aman untuk ‘landing’, kondisi ini lebih sering terjadi pagi hari antara pukul 06.00 WIB,” jelasnya, dikutip dari Detik (2/10).

Baca Juga  IB Summit ASEAN Berikan Hasil Positif Bagi UMKM

Asap Hingga ke Malaysia

Asap dari karhutla di Pekanbaru disebut-sebut bergerak sampai ke Malaysia. Pemerintah Malaysia melalui Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim mengirim surat ke Indonesia. Surat ini dikirim atas instruksi Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Surat ini berisi koordinasi terkait penyelesaian masalah kabut asap.

“Perdana Menteri telah mengintruksikan kementerian untuk mengkoordinasikan masalah kabut asap ini. Sesuai dengan instruksi tersebut, saya mengirimkan surat kepada mitra saya di Indonesia,” jelas Menteri Sumber Daya Alam, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim, Nik Nazmi.

Sistem Manajemen Indeks Polusi Udara Malaysia (APIMS) melaporkan kualitas udara di Sri Aman berada pada level tidak sehat, yaitu 138. Sementara di Serian Serawak berada di angka 113.

Meski begitu, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membantah kabut asap karhutla Indonesia melintas hingga ke Malaysia. Menteri LHK, Siti Nurbaya menyampaikan tidak ada transboundary haze ke Malaysia.

“Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada transboundary haze ke Malaysia,” ujarnya dikutip dari ANTARA.

Hasil pantauan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) menunjukkan asap terpantau moderat hingga pekat di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Arah angin di Indonesia umumnya dari tenggara ke barat laut hingga timur laut. Tidak terdeteksi adanya asap lintas batas.

ASMC sendiri merupakan program kolaborasi regional di antara National Meteorological Services (NMSs) negara-negara anggota ASEAN. ASMC diselenggarakan di bawah Layanan Meteorologi Singapura.

 

Editor: Dimas Adi Putra/Raja H. Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life