Home » Menhub Paparkan Tantangan dalam Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

Menhub Paparkan Tantangan dalam Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat

by Junita Ariani
1 minutes read
Menhub Budi Karya Sumadi dan Pj Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni membahas kelanjutkan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat, Palembang, Sabtu (14/10/2023).

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, mengupayakan finalisasi sertifikasi, desain, dan skema pembiayaan kelanjutan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat, Palembang.

“Kami membahas tentang rencana kemajuan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat. Bersama Pemprov Sumsel kami akan memastikan finalisasi dari sertifikasi, desain, dan pembiayaan. Melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU),” kata Menhub.

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (15/10/2023), Menhub mengungkapkan, telah ada sejumlah investor yang melakukan penjajakan. Karena itu, ia optimis pembangunan berjalan dengan baik.

Menhub menjelaskan, sejumlah tantangan yang dihadapi dalam membangun Pelabuhan Tanjung Carat. Diantaranya pengalihan fungsi dari yang tadinya hutan menjadi area produktif. Tantangan berikutnya adalah penyelesaian amdal.

“Tapi kita akan lakukan penyelesaiannya simultan dengan kegiatan pembuatan desain. Jadi kalau kita bisa selesaikan dalam 6 bulan ke depan, Insya Allah tahun depan kita dapat melakukan lelang. Karena memang sudah ada investornya. Ditargetkan tahun 2024 kita bisa melakukan groundbreaking,” ucap Menhub.

Baca Juga  MUI Ingatkan Tokoh Agama Tidak Kampanye Tokoh Politik Saat Berdakwah di Masjid

Diketahui Menhub Budi Karya Sumadi melakukan pembahasan kelanjutkan pembangunan pelabuhan Tanjung Carat bersama Pj Gubernur Sumatera Selatan Agus Faton.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Fatoni mengatakan, Pemprov Sumsel mendukung pembangunan pelabuhan ini.

“Pada prinsipnya semua program yang masuk ke sini apalagi ini untuk memperlancar transportasi kemudian untuk pelayanan, kita pasti dukung. Tadi juga sudah kita bahas apa yang akan kita lakukan, langkah-langkah yang akan kita lakukan dan perlu kita lakukan percepatan,” ucapnya.

Pelabuhan Tanjung Carat akan menjadi pusat distribusi barang/logistik menggantikan Pelabuhan Boom Baru yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.

Karena lokasinya berada di tengah kota, dan juga karena sudah mengalami pendangkalan (sedimentasi). Sehingga tidak bisa disinggahi kapal-kapal berukuran besar.

Nantinya Pelabuhan Boom Baru akan difungsikan sebagai pelabuhan penumpang. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life