Home » Tak Ada Isu Perdamaian Palestina di Sidang ke-9 P20 India

Tak Ada Isu Perdamaian Palestina di Sidang ke-9 P20 India

by Junita Ariani
2 minutes read
Konflik Palestina-Israel

Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa keberatannya karena tidak dimasukkannya persoalan konflik Israel-Palestina di kesimpulan P20 Summit.

Dalam Joint Statement (pernyataan bersama) pada G20 Parliamentary Speaker’s Summit atau P20 ke-9 tidak disinggung mengenai isu perdamaian Palestina.

Karena itu, bersama sejumlah pimpinan parlemen negara lain, Puan menyampaikan keberatan.

Joint Statement sendiri merupakan kesimpulan dari berbagai sesi sidang pada P20 Summit. Setelah beberapa hari sidang digelar, anggota P20 membuat kesimpulan mengenai isu-isu global yang menjadi bahasan selama sidang berlangsung.

Adapun Sidang ke-9 P20 digelar di Yashoboomi Convention Center, New Delhi, India, Jumat (13/10/2023) lalu. Forum multilateral ini dihadiri para Ketua Parlemen anggota P20 beserta delegasinya. Kemudian, negara-negara undangan dan perwakilan organisasi internasional.

Dari 29 point joint statement, salah satunya adalah mengenai isu perdamaian terkait konflik dan perang sejumlah negara.

Pada joint statement, P20 menyoroti dampak perang di Ukraina yang tengah berkonflik dengan Rusia. Sementara P20 tidak menyebut tentang isu kemerdekaan Palestina. Padahal eskalasi perang Israel-Palestina saat ini tengah meninggi.

Setidaknya sudah ada 2.000 orang yang tewas dari kedua belah pihak akibat kondisi perang terakhir. Sejumlah negara kemudian menggagas pengajuan joint reservation (keberatan bersama).

Karena itu, Indonesia yang dipimpin Puan ikut menandatangani pernyataan keberatan.

“Reservasi ini dibuat bukan karena kami tidak menyetujui mengenai isu Ukraina, tapi karena tidak dimasukannya isu   Palestina. Sehingga seakan menjadi tidak seimbang,” kata Puan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/10/2023).

Pernyataan Keberatan

Puan mengatakan, beberapa negara lain yang juga meneken pernyataan keberatan itu adalah Turki, China, Afrika Selatan dan Rusia.

Baca Juga  Bertemu Raja Yordania, Jokowi Juga Bahas Palestina

Berikut isi joint statement yang ditandatangani ketua parlemen negara-negara yang keberatan:

“Kami yang bertanda tangan di bawah ini ingin menyampaikan keberatan kami mengenai paragraf 20 Pernyataan Bersama KTT Ketua Parlemen G20 (P20) ke-7 di New Delhi, India.

Paragraf ini tidak mencerminkan situasi saat ini di mana konflik dan perang sedang terjadi di banyak belahan dunia. Sangat disayangkan bahwa paragraf tersebut mengabaikan meningkatnya konflik di Palestina.

Sementara kita harus menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Terutama mengingat konflik ini telah berdampak buruk pada banyak warga sipi.

Sebagian besar perempuan, anak-anak, dan petugas kesehatan; dan yang paling penting membawa dampak signifikan terhadap keamanan energi global.”

Dalam paragraf ke-20 joint statement P20 Speaker’s Summit ke-9 tidak ada butir yang menyatakan dukungan untuk perdamaian atas konflik Israel-Palestina. Di poin itu hanya dijelaskan tentang upaya dukungan perdamaian atas konflik Rusia-Ukrania.

“Kami berharap keberatan yang disampaikan Indonesia, Turki, China, Afrika Selatan dan Rusia dapat dipertimbangkan oleh forum P20. Sehingga isu mengenai perdamaian di Palestina juga mendapatkan perhatian,” ungkap Puan.

P20 Speaker’s Summit ke-9 dibuka oleh Perdana Menteri (PM) India, Narendra Damodardas Modi. Sebagai tuan rumah Sidang P20 tahun ini, India mengambil tema ‘Parliaments for One Earth, One Family, One Future’. *

#beritaviral
#beritaterkini

Email : junitaariani@esensi.tv
Editor: Erna Sari Ulina Girsang/Raja H Napitupulu

You may also like

Copyright © 2022 Esensi News. All Rights Reserved

The Essence of Life